Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 18:57 WIB
  • Strategi Ridwan Kamil Gaet Warga Depok

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Strategi Ridwan Kamil Gaet Warga Depok
Photo :
  • Viva.co.id/Zahrul Darmawan
Ridwan Kamil di Depok.

VIVA.co.id – Sebagai salah satu kandidat yang digadang-gadang bakal maju dalam ajang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 nanti, Ridwan Kamil mulai gencar memanaskan mesin politiknya ke sejumlah daerah. Kali ini, pria yang akrab disapa Kang Emil itu melakukan rangkaian agendanya di Kota Depok, Sabtu 7 Oktober 2017.

Di kota penyanggah ibu kota Jakarta itu, Emil sempat menyinggung sederet permasalahan yang belakangan kerap dihadapi oleh kota berkembang. Salah satunya adalah kurangnya budaya toleran yang disebabkan banyaknya aktivitas di dalam ruangan.

“Depok ini kan banyak orang-orang pintarnya. Nah kota ini jangan jadi cangkang saja, harus manusiawi. Harus bikin betah warganya. Jangan sampai orang Depok itu nyamannya indoor, adem harus bisa jadi budaya outdoor. Kalau budaya outdoor pasti budayanya toleran, bisa menghargai alam. Kalau indoor apa bedanya dengan orang Jakarta,” kata Emil pada wartawan di Margonda, Depok Jawa Barat.

Lebih lanjut Emil mengatakan, selain mengedepankan budaya outdoor, ia pun berharap tidak ada lagi kota yang tidak melek ITE, khususnya di jajaran pegawai negeri sipil.

“Saya bilang, kalau saya jadi gubernur gampang, saya perintahkan supaya naik standarnya. Kalau enggak nurut ya bantuan ditahan. Tapi kalau nurut bantuan ditambah, itu yang saya lakukan di Bandung,” tuturnya.

“Jadi yah, Camat-camat kalau mau nurut dengan perintah ya saya kasih intensif, yang eggak nurut terpaksa saya pindahkan. Jadi optimisme depok jadi kota modern dan manusiawi  itu menurut saya potensinya banyak sekali apalagi ini kan danau-nya banyak sekali ya, se-Indonesia,” timpalnya lagi

Tempat Buang Mayat

Namun Emil sempat kaget ketika sejumlah wartawan mengungkapkan tak sedikit danau atau situ di Depok yang telah hilang dan beralih fungsi. “Banyak danau yang hilang mungkin kurang perhatian. Danau itu tempat rekreasi bukan tempat buang mayat,” ujarnya.

Lebih lanjut Emil juga mengatakan, yang terpenting saat ini adalah membuat rakyat cepat sejahtera. Ia pun optimis dengan rumus yang ia punya, hal itu akan cepat terwujud.

“Dengarkan curhatan rakyat, jadi pemimpin kan bukan buat gaya-gayaan. Saya enggak bisa jadi wagub, saya orang kerja ya posisi harus jadi orang nomor satu.” (hd)