Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 19:47 WIB
  • Resmikan Sekolah, Djarot Sindir Sandiaga Uno

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Bayu Nugraha
Resmikan Sekolah, Djarot Sindir Sandiaga Uno
Photo :
  • Viva.co.id/Bayu Januar
Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat resmikan sekolah.

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan gedung sekolah yang direhabilitasi secara total. Dari 102 sekolah yang direhabilitasi total, ada 11 gedung sekolah yang pembangunannya telah selesai dan diresmikan Djarot hari ini, Sabtu 7 Oktober 2017.

11 Sekolah yang diresmikan Djarot hari ini adalah SDN Karet Tengsin 13, SMPN 164, SMAN 66, SMPN 159, SDN Rawamangun 05, SDN Pulogadung 03/04, SDN Duren Sawit 13, SDN Utan Kayu Utara 07/08, SDN Utan Kayu Utara 11, SDN Utan Kayu Selatan 17, dan SDN Pondok Bambu 11. Adapun peresmiannya dilakukan di SDN Pulogadung 03/04.

Saat peresmian, Djarot menegaskan kembali keunggulan dari lelang konsolidasi yang dijalankan sejak pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Ini semua pakai sistem elektronik untuk lelangnya, barangnya menggunakan e-catalog dan menggunakan lelang konsolidasi," ujar Djarot di SDN Pulogadung 03/04 di Pulogadung.

Dengan menggunakan sistem lelang konsolidasi, katanya, lelang terhadap proyek pembangunan tidak lagi dilakukan dalam skala kecil, tapi harus skala besar dengan cara menggabungkan beberapa kegiatan proyek.

Dengan demikian, satu proyek pembangunan tidak hanya dilakukan oleh satu kontraktor saja. Satu kontraktor bisa mengerjakan gabungan dari beberapa proyek pembangunan.

Dalam pembangunan 102 sekolah ini, ada lima paket pekerjaan. Satu paket yang diterima oleh kontraktor rata-rata untuk pembangunan 15 sampai 24 sekolah. "Kalau enggak pakai lelang konsolidasi, kita harus cari 102 perusahaan yang mau bangun dan belum tentu juga dapat yang profesional," ujar Djarot.

Djarot menambahkan, lelang konsolidasi juga mencegah kontraktor abal-abal untuk ikut mengerjakan proyek pembangunan DKI Jakarta. Perusahaan yang dipilih dalam lelang konsolidasi, kata Djarot, pasti kredibel.

"Dan kami sudah koordinasi dengan KPK dan KPK mengapresiasi lelang konsolidasi ini," ujar Djarot.

Selain menggunakan lelang konsolidasi, Djarot juga ingin pembangunan sekolah tidak dilakukan secara multi years. Menurut dia, hal ini bisa menyebabkan banyak pembangunan sekolah yang mangkrak.  "Harus selesai satu tahun agar bisa segera dimanfaatkan," kata Djarot.

Penegasan mengenai lelang konsolidasi ini secara tidak langsung menyindir Wakil Gubernur DKI terpilih Sandiaga Uno. Sandiaga pernah menyebut lelang konsolidasi tidak berpihak kepada pengusaha-pengusaha kecil. Sandiaga pernah mengatakan akan mengubah kebijakan lelang konsolidasi sehingga lebih menguntungkan usaha kecil dan menengah.