Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 21:00 WIB
  • Rehabilitasi 8 Sekolah di Kepulauan Seribu Terseok-seok

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Bayu Nugraha
Rehabilitasi 8 Sekolah di Kepulauan Seribu Terseok-seok
Photo :
  • Viva.co.id/Bayu Januar
Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat saat meresmikan sekolah.

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan 11 gedung sekolah hasil pekerjaan rehabilitasi tahun anggaran 2017. SDN Pulo Gadung 03/04, Jalan Kemuning II, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur, menjadi salah satu sekolah yang direhabilitasi.

Kesebelas sekolah tersebut adalah SDN Karet Tengsin 13, SMPN 159, SMAN 66, SMPN 164, SDN Pondok Bambu 11, SDN Duren Sawit 13, SDN Utan Kayu Utara 07/08, SDN Utan Kayu Utara 11, SDN Utan Kayu Selatan 17, SDN Rawamangun 05, dan SDN Pulo Gadung 03/04.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta, Bowo Irianto mengatakan, sebanyak 102 sekolah yang rehabilitasi total ditargetkan akan selesai pada 20 Desember 2017. "Target kita tanggal 20 Desember ini bisa kelar. Target kontraknya 20 Desember," kata Bowo, Sabtu 7 Oktober 2017.

Mengenai anggaran rehabilitasi total tersebut, sebanyak 102 sekolah akan memakan biaya sebesar Rp 1,2 triliun.

Ia pun mengaku optimis target rehabiltasi total sekolah akan rampung sesuai jadwal. Walaupun ia menyebut ada berapa sekolah di Kepulauan Seribu yang pembangunannya terseok-seok.

"Yang terseok-seok yang di pulau (seribu). Ada delapan lokasi. Karena kan memang di pulau ini kan jarak jauh, strukturnya berbeda, penanganannya khusus. Khususnya itu airnya juga air khusus, tidak bisa menggunakan air setempat. Kemudian juga konstruksinya strukturnya beda. Kolamnya mereka nggak pakai kolam cor, mereka pakai besi konstruksi," katanya.

Dari 11 total sekolah yang sudah rampung rehabilitasi total, dirinya menuturkan saat ini masih menunggu proses lelang mebel. Sebab, ia menjelaskan, jika mebel datang duluan tapi gedung belum jadi maka akan memakan biaya lebih.

"Kami memastikan dulu untuk bangunannya jadi. Karena kalau ternyata bangunannya gak jadi, barang untuk mebelernya datang duluan, itu kan ada penggudangan. Penggudangan itu kan biaya. Karena pengadaannya relatif lebih sederhana, waktunya lebih singkat, ini sekarang lagi proses pengadaan mebelernya. Karena kalau mebeler siap duluan, gedung belum jadi, nanti dititip di sekolah, malah ditaruh di teras sekolah nanti jadi makanan media loh," katanya.

Namun ia memastikan 11 sekolah tersebut akan siap digunakan para siswa pada akhir tahun ini. Untuk sementara, para siswa sekolah tersebut ditampung sekolah sekitar dari awal pembangunan pada bulan Juli lalu. "Kalau satu sekolah 400-500 siswa kan berarti kalau 102 sekolah ada 40 ribu sampai 50 ribu," katanya.