Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 8 Oktober 2017 | 10:20 WIB
  • Penembakan Gandaria City Bukan Dilakukan Prajurit TNI AD

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Anwar Sadat
Penembakan Gandaria City Bukan Dilakukan Prajurit TNI AD
Photo :
  • Reuters
Peluru di TKP Penembakan/Ilustrasi.

VIVA.co.id – Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD Brigjen Alfred Denny Tuejeh membantah bahwa ada prajurit TNI AD yang melakukan penganiayaan terhadap juru parkir di Mal Gandaria City. Dari informasi yang telah ia dapatkan yang melakukan penganiayaan tersebut adalah seorang dokter bukan dari prajurit TNI.

"Hasil konfirmasi saya bahwa nama pelaku Dr Anwari,SH,Sp, KFR, MARS, MH, KeS dan nama itu tidak ada di jajaran TNI AD," kata Alfred, Minggu, 8 Oktober 2017.

Dalam rekaman CCTV, memang terlihat dokter tersebut turun dari mobil yang berpelat nomor milik satuan TNI AD. Namun orang tersebut bukanlah bagian dari prajurit TNI. Alfred mengatakan, dokter tersebut saat itu sedang memakai mobil dinas milik sang istri yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

"Istrinya memang seorang dokter spesialis anak dan PNS di RSPAD. Jadi mobil yang digunakan adalah mobil dinas dari sang istri," ujarnya.

Alfred pun menegaskan, pemberitaan yang mengatakan ada oknum TNI AD yang menembak atau menganiaya petugas parkir itu tidak benar.

"Jadi saya tegaskan tidak ada oknum TNI AD yang melakukan penganiayaan atau penembakan, Karena itu pelakunya bukan prajurit TNI AD," tegasnya.

Meski begitu Alfred tetap mengimbau, kepada para prajurit TNI tidak boleh arogan apalagi sampai mengeluarkan senjata dan menembak. Kalau ada prajurit TNI AD yang bersikap dan bertindak di luar kepantasan sehingga menyalahi aturan, maka dipastikan prajurit tersebut akan diproses dan dikenai sanksi.

"Dikenai sanksi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Seorang petugas parkir Mal Gandaria City bernama Zuansyah (21) mengalami penganiayaan. Hal itu dilakukan oleh orang yang diduga anggota TNI AD.

Kejadian itu terjadi pada Jumat 6 Oktober 2017 malam sekira pukul 20.30 WIB. Peristiwa itu terjadi di parkiran basement Mal Gandaria City.