Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 14:01 WIB
  • Bos Alton Kids Dibunuh di Benhil, Mayatnya Dibuang ke Jateng

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Eduward Ambarita
Bos Alton Kids Dibunuh di Benhil, Mayatnya Dibuang ke Jateng
Photo :
  • Istimewa
Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur semasa hidup.

VIVA.co.id – Misteri lokasi kematian pasangan suami istri bos garmen Alton Kids, Zakiyah Masrur dan Husni Zarkasih yang jasadnya ditemukan di aliran Kali Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah, akhirnya terungkap

Polisi memastikan, Husni dan Zakiyah sudah tewas sejak dianiaya di rumah mereka di Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lalu jasadnya dibuang ke Purbalingga.

Semua itu terungkap setelah petugas kepolisian menggelar rekonstruksi ulang kasus pembunuhan sadis itu, Senin, 9 Oktober 2017.

Menurut Kepala Unit III dari Sub Direktorat Ranmor Direskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Wagino, usai menghabisi nyawa kedua korban, pelaku lalu membungkus mayat dan membawanya ke Purbalingga dengan cara menyimpannya di dalam bagasi mobil Altis milik korban.

"Jadi korban meninggal dibungkus bed cover, digotong Zul dan Kos masukkan ke bagasi Altis. Mobil Altis milik korban. Lalu dibawa ke Purbalingga, pelaku ingin hilangkan jejak," kata Wagino.

Dari rekonstruksi itu juga diketahui bahwa, ketiga pelaku yakni Ahmad Zulkifi, Sutarto dan Engkos Koswara, telah menyusun rencana matang sebelum membunuh korban dan menjarah hartanya.

"Ada 26 adegan mulai dari direncanakan sampai dibawanya almarhum di kontrakan Kreo (Tangerang), warung kopi depan, di depan masjid, di rumah, sampai posisi dua pelaku menitipkan sepeda motor di KS Tubun," kata Wagino.

Terungkap pula, ketiga pelaku hanya membutuhkan waktu selama satu setengah jam saja untuk menghabisi nyawa korban dan menjarah harta bendanya.

Untuk diketahui, pasangan suami istri berusia 58 tahun dan 53 tahun itu dibunuh pada Minggu malam, 10 September 2017. Usai dibunuh, jasad keduanya dibuang para pelaku di aliran Kali Klawing.

Pembunuhan itu terungkap setelah jasad keduanya ditemukan warga setempat, sehari setelah pembunuhan terjadi, yakni pada Senin, 11 September 2017.

Ahmad Zulkifi, Sutarto dan Engkos Koswara kemudian berhasil ditangkap petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah di ruang karaoke di sebuah hotel di Kabupaten Grobogan. Saat ditangkap, ketiga dalam kondisi mabuk minuman keras. 

Tapi, Zul akhirnya tewas akibat ditembak petugas kepolisian, dia ditembak karena nekat melarikan diri saat diminta menunjukkan lokasi penjualan harta benda milik korban di wilayah Kudus. (hd)