Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 13:23 WIB
  • Rusunawa Pemkot Serang Dicurigai Jadi Arena Seks Bebas

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Yandi Deslatama (Serang)
Rusunawa Pemkot Serang Dicurigai Jadi Arena Seks Bebas
Photo :
  • Google Street View
Kantor Wali Kota Serang, Banten.

VIVA.co.id – Pemerintah Kota Serang, Provinsi Banten, terkesan tak peduli dengan kondisi fasilitas umum yang mereka miliki. Bagaimana tidak, rumah susun sederhana sewa yang sedianya diperuntukkan untuk tempat tinggal para petugas kebersihan di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, malah dihuni remaja-remaja yang dicurigai melakukan seks bebas.

Bahkan, rusunawa yang pernah menjadi asrama bagi personel Brimob Kepolisian Daerah Banten itu disinyalir telah menjadi sarang prostitusi.

Penyalahgunaan fungsi rusunawa tersebut, yang terletak di Lingkungan Kelunjukan, Kaujon, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, terungkap setelah sejumlah warga menggerebek rusunawa itu, Selasa pagi 10 Oktober 2017.

Saat warga masuk ke dalam rusun bertingkat itu, di dalamnya didapati tiga gadis remaja dan lima pemuda yang sedang asyik bercengkerama di dalam salah satu ruang.

Tak hanya itu, di dalam ruangan itu ditemukan botol minuman keras dan alat kontrasepsi jenis kondom bekas pakai.

"Warga sudah lama sering lihat ada orang (laki-laki) bawa perempuan ke dalam. Penyalahgunaan wewenang Kadis Kebersihan Kota Serang secara ilegal telah menyewakan rusunawa," kata Dodi Ariadi, seorang warga setempat yang ikut dalam penggerebekan itu.

Menurut Dodi, saat dilakukan penggerebekan, ketua rukun warga setempat enggan ikut.

"Kita sudah minta izin RW setempat tapi terkesan ada pembiaran. Makanya warga yang langsung bergerak," kata Dodi.

Saat diperiksa warga, gadis remaja dan para pemuda itu mengaku bisa menempati salah satu unit di rusunawa itu dengan cara menyewa sebesar Rp250 per-bulan. Namun, mereka tak memberitahu kepada siapa uang sewa diberikan.

Mereka akhirnya dikeluarkan warga setempat dari lokasi. Sayangnya, tak ada petugas kepolisian yang tiba di lokasi untuk mengamankan pelaku. (ren)