Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 06:55 WIB
  • Menilik Rangka Pengukuhan Anies-Sandi

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Shintaloka Pradita Sicca,
    • Bayu Nugraha
Menilik Rangka Pengukuhan Anies-Sandi
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

VIVA.co.id – Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies  Baswedan dan Sandiaga Uno tinggal beberapa hari lagi. Sejumlah rencana terkait pelantikan tersebut telah disusun.

Pelantikan akan digelar di Istana Negara pada 16 Oktober 2017, sekitar  pukul 16.00. Presiden Joko Widodo akan melantik Anies-Sandi menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, untuk periode 2017-2022.

Sebelum pelantikan dilakukan bakal ada gladi kotor lebih dulu. "Berdasarkan rapat koordinasi baik dengan DPRD dengan Pemprov DKI. Jam 1 siang sudah dilakukan gladi kotor rapat paripurna sehingga kami dijelaskan paripurna istimewa berlangsung," ujar Ketua Tim Komunikasi Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak, di Jakarta,
Rabu, 11 Oktober 2017. 

Setelah acara pelantikan tersebut, Anies-Sandi akan menuju Balai Kota secara bersama-sama dengan menggunakan mobil dinas. Tiba di Balai Kota, Anies-Sandi akan disambut palang pintu dan tanjidor.

Usai itu, Anies-Sandi menuju Balai Agung untuk menjalani proses serah terima memori jabatan dengan Djarot Saiful Hidayat. Dalam acara tersebut hanya serah terima dan tidak ada proses penandatanganan.

Selepas acara tersebut, Anies-Sandi akan mengantarkan Djarot ke lobi pendopo Balai Kota untuk melepas kepergian Djarot. Kemudian, Anies-Sandi melakukan salat berjamaah lalu makan malam. Setelah
itu, Anies-Sandi berjalan kaki menuju DPRD untuk melakukan sidang paripurna. 

Kurang lebih satu jam berada di DPRD, Anies dan Sandi akan kembali menuju Balai Kota dan melakukan kegiatan bersama warga di halaman Balai Kota. "Pak Anies menyampaikan pidato politik pertamanya di DPRD dalam paripurna selama satu jam. Lalu nanti menyapa warga dan menyampaikan pidatonya juga," ujarnya, Rabu, 11 Oktober 2017.

Acara pelantikan akan didukung dengan virtual reality di 15 titik di Jakarta.  Ada tiga titik di Balai Kota DKI Jakarta untuk meletakkan kamera tersebut disertai layar virtual. Tiga lokasi tersebut yaitu di ruang rapat paripurna DPRD, Balai Agung, dan di Blok G Balai Kota DKI Jakarta. Sementara 12 titik lainnya akan disebar di beberapa titik
di Jakarta. 

"Warga akan merasa ada di lokasi acara tapi memang tidak bisa menyaksikan secara detail karena tidak melakukan zoom in atau zoom out," ujar Ketua Tim Pakar Smart City Anies-Sandi, Arief Mufti di kawasan Tirtayasa Jakarta Selatan, Rabu, 11 Oktober 2017.

Di 12 titik tersebut, warga disediakan satu virtual corner yang terdapat satu unit goglasses, headset, beserta device-nya. Sejumlah 12 titik tersebut dipilih berdasarkan kemudahan akses dan jaringan. Namun,
saat ini belum ditentukan titik yang akan difasilitasi.

Dari segi pengamanan, Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah personel untuk  menjaga pelantikan. Aparat kepolisian akan dilibatkan untuk mengawal agar pelantikan berjalan dengan lancar.

"Tentu ini bagian dari pengamanan Polda Metro Jaya untuk mensukseskan, setelah ada serangkaian pilkada nanti sesuai jadwal tanggal 16 oktober 2017 kami sudah menyiapkan sejumlah personel," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwonodi Markas Polda Metro Jaya,
Rabu, 11 Oktober 2017. (hd)