Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 09:50 WIB
  • Polisi Temukan Tanda di Area Sensitif Hanna ‘Mahasiswi UI'

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Polisi Temukan Tanda di Area Sensitif Hanna ‘Mahasiswi UI'
Photo :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan
Pria yang disebut sebagai salah satu pemeran dalam video porno berjudul “Mahasiswi UI” melapor kepada aparat Kepolisian Resor Kota Depok, Jawa Barat, pada Rabu malam, 1 November 2017.

VIVA – Polisi menjadwalkan pemeriksaan lagi atas Hanna Anisa, wanita yang disebut sebagai salah satu pemeran dalam video mesum berjudul “Mahasiswi UI”. Surat panggilan sudah dikirimkan kepada Hanna dan pemeriksaan dijadwalkan dalam pekan ini.

Polisi masih berhati-hati menyelidiki kasus peredaran video persetubuhan itu. Begitu juga dalam pemeriksaan lanjutan pada Hanna nanti, belum sampai tahap mengonfrontasi dengan seorang pria dalam video itu. Penyelidik masih menyelaraskan bukti berupa empat video dengan keterangan Hanna.

Polisi sudah bekerja sama dengan tim ahli kedokteran untuk memeriksa fisik Hanna. Dokter, kata polisi, menemukan tanda bekas luka di area sensitif perempuan itu.

“Pada HA (Hanna Anisa) ditemukan ada luka di bagian sensitif, katanya, bekas operasi. Namun kita akan tunggu hasil dari tim ahli lainnya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok, Komisaris Polisi Putu Kholis Aryana, kepada wartawan pada Rabu malam, 1 November 2017.

Sejauh ini polisi sudah memeriksa tiga orang sebagai saksi, di antaranya berinisial FA. Ketiga orang itu, kata Putu, sudah mengklarifikasi sekaligus membantah video itu.

Nama Hanna Anisa mendadak viral karena dikaitkan dengan kasus video porno yang tersebar melalui media sosial. Nama lain yang terseret adalah Farhan, pria yang disebut beradegan syur dalam video itu.

Mereka telah diperiksa dan membantah tuduhan itu lengkap dengan sejumlah barang bukti. Polisi juga menemukan sedikitnya sepuluh akun palsu media sosial atas nama wanita itu.

Farhan, teman pria Hanna, telah mengadukan kepada polisi bahwa dia merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya. Ada dua nama akun yang dia laporkan kepada polisi karena diduga pembuat fitnah. (ren)