Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 10:54 WIB
  • Lari Pagi Lewat Tanah Abang, Sandiaga Dibentak Tukang Ojek

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Anwar Sadat
Lari Pagi Lewat Tanah Abang, Sandiaga Dibentak Tukang Ojek
Photo :
  • VIVA.co.id/Anwar Sadat
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memulai aktivitasnya pada Jumat 3 November 2017 dengan lari pagi dari rumahnya menuju Monas, Jakarta Pusat. Saat lari, Sandiaga mengambil rute Kebayoran Baru-Sudirman-Thamrin-Tanah Abang-Monas.

Ketika melewati Tanah Abang, Sandiaga melihat sendiri suasana kemacetan dan padatnya kawasan pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Menurut dia, justru pedagang kaki lima di kawasan tersebut sudah cukup tertib. Namun, ada beberapa hal lainnya yang menimbulkan kemacetan seperti angkutan umum.

"PKL-nya relatif tertib tapi memang banyak angkot yang ngetem, Kopamilet, ojek," kata Sandiaga.

Selain itu, Sandi juga menemukan adanya pengendara sepeda motor dan tukang ojek yang melawan arah. Ia pun akhirnya memperingatkan salah seorang pengendara sepeda motor yang merupakan tukang ojek. Namun peringatan dari Sandi bukan dituruti malah dibalas dengan cacian oleh pengendara motor tersebut.

"Ada beberapa ojek yang lawan arah, diingetin malah membentak saya karena dia enggak tahu siapa ya. Mengeluarkan kata kasar, memaki-maki. Ada teman-teman yang merekam, disebutkan kata-kata tak pantas," ujar Sandi menceritakan kejadian yang dialami.

Menurut Sandi, pengendara tersebut bukanlah ojek online melainkan ojek pangkalan. Cacian tukang ojek tersebut dinilai tidak pantas diucapkan dan masuk kategori penghinaan. Apalagi status Sandi yang merupakan Wakil Gubernur DKI. Hal tersebut menurutnya dapat dikenakan hukuman.

Meski begitu, Sandi mengaku tak menyimpan dendam. Ke depannya, ia inngin hal tersebut harus dapat diperbaiki. Sandi mengatakan akan merangkul berbagai semua pihak guna menyelesaikan persoalan kemacetan di Tanah Abang, termasuk dengan ojek pangkalan.

"kalau buat meme aja dihukum, kalau itu enggak tahu hukumannya apa. Padahal kita lagi lari dengan sopannya di trotoar yang sebetulnya bagus," ujarnya. (hd)