Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 12:51 WIB
  • Jokowi Ungkap Ada Pihak yang Ragu Tol Becakayu Dilanjutkan

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Eduward Ambarita
Jokowi Ungkap Ada Pihak yang Ragu Tol Becakayu Dilanjutkan
Photo :
  • VIVA/Eduward Ambarita
Jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) resmi beroperasi mulai Jumat, 3 November 2017.

VIVA – Presiden Joko Widodo memastikan operasional Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu) untuk tahap pertama sudah mulai dibuka untuk umum, Sabtu, 4 November 2017.

Ruas tol yang dibuka yaitu Seksi 1 B dan 1 C, dari gerbang tol Cipinang - Jakasampurna, akan terbentang sejauh 8,4 kilometer.  Rencananya, pembangunan baru berakhir sempurna di tahun 2019, dimulai perjalanan dari Tambun (Bekasi) hingga Kampung Melayu.

"Sejak awal 2015 dikerjakan sekarang selesai dan akan diteruskan ke Tambun (Bekasi)," kata Jokowi usai peresmian Tol Becakayu, Jakasampurna, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 3 November 2017.

Jokowi mengatakan, pembangunan ini menandakan bahwa di masa pemerintahannya tidak akan ada lagi proyek konstruksi yang mangkrak. 

Semula, beberapa pihak meragukan kelanjutan Tol Becakayu. Namun kini ternyata bisa beroperasi setelah hampir 20 tahun hanya berupa tiang pancang.

Jokowi menambahkan, adapun ruas jalan yang belum diselesaikan karena belum tersedianya lahan, diyakini dapat terselesaikan seiring dioperasikannya tol Becakayu untuk tahap pertama.  "Percayalah kita ikuti terus ini. Dulu tidak percaya dua tahun lalu (dilanjutkan). Ini rampung kan sudah," katanya. 

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaptura Zuna mengatakan, melanjutkan Tol Becakayu merupakan komitmen pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur.

Proyek dibangun oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (Marga) yang mayoritas sahamnya dimiliki BUMN PT Waskita Karya. Pembangunan proyek ini diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat atas permasalahan arus lalu lintas yang semakin padat dan berdampak pada waktu tempuh. 

Sejak tahun 1997 dibiarkan mangkrak, Tol Becakayu akan terhubung sepanjang 23,76 kilometer mulai dari Tambun (Bekasi) hingga bagian Timur Jakarta, Kampung Melayu. "Jika tidak dilanjutkan (pembangunan tol) akan memberikan kerugian dari segi biaya dan manfaat," ujarnya.  (mus)