Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 4 November 2017 | 18:14 WIB
  • Kasus Jatuhnya Parapet MRT, Dua Kontraktor Diinvestigasi

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Bayu Nugraha
Kasus Jatuhnya Parapet MRT, Dua Kontraktor Diinvestigasi
Photo :
  • Danar Dono - VIVA.co.id
Balok beton MRT jatuh di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan.

VIVA – Pihak Mass Rapid Transit (MRT) menyebut akan menginvestigasi dua kontraktor akibat jatuhnya OCS parapet proyek MRT di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini.

"Itu dari dua kontraktor (tim atas-bawah yang melakukan pengerjaan proyek). Satunya untuk pemasangan dan subkontraktor untuk melakukan lifting. Subkontraktornya yang melakukan pemasangan parapetnya itu namanya Akmajaya dan kontraktor yang melakukan lifting itu BAP," kata Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim di lokasi pengerjaan stasiun MRT Blok A, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Sabtu 4 November 2017.

Dari investigasi sementara, PT MRT menyimpulkan ada dugaan kelalaian dari kedua kontraktor tersebut. Tetapi investigasi lanjutan masih harus dilakukan untuk memastikan kesalahan ada di pihak siapa.

"Kurang-lebih seperti itu (dugaan kesalahan kontraktor). Tapi, to be fair (supaya adil), ini harus dilakukan investigasi secara detail, to find out ini di titik mana. Nah, baru kami bisa pastikan kesalahannya di siapa," kata Silvia.

Investigasi ini, disebut Silvia, merupakan bagian standard operating procedure (SOP) PT MRT setiap kali ada peristiwa atau kecelakaan, baik besar maupun kecil. Hasilnya juga akan dibeberkan kepada pihak berwajib.

"Jadi kami selesaikan itu. Nanti hasil dari investigasi akan kami berikan kepada, termasuk pihak kepolisian, karena adanya damages terhadap properti motor, dan ada korban yang terluka, makanya polisi melakukan investigasi. Makanya kami akan share pada mereka (polisi) juga," katanya.

Dihentikan Sementara

Ia juga menuturkan, akibat jatuhnya parapet ini, kegiatan proyek PT Mass Rapid Transit harus berhenti sementara. Namun, pemberhentian itu hanya untuk kegiatan pengangkutan parapet. Penghentian ini dilakukan hanya satu dua hari hingga proses investigasi rampung.

"Yang kami berhentikan adalah kegiatan lifting (pengangkutan) yang similar ini, untuk satu kontrak CP103. Kegiatan konstruksi yang lainnya, yang tidak berhubungan dengan lifting, tetap berjalan," ujarnya.

Terkait kecelakaan ini, Silvia mengakui ada kekurangan yang harus diperbaiki. Evaluasi menyeluruh meliputi segala aspek akan dilakukan.

"Termasuk sistem kontraktor sendiri, supervisinya. Dari pihak MRT sendiri juga kami lihat apakah ada yang kurang. Jadi it's everybody participation and effort ya. Jadi semuanya itu tanggung jawab kita semua," katanya.

Soal ganti rugi yang harus diganti kontraktor, Silvia berkata tidak akan terburu-buru mengklaim hal ini. Sebab, masih ada proses investigasi yang harus dirampungkan dulu.

"Yang penting cari tahu dulu masalahnya apa," kata Silvia.

OCS parapet proyek MRT jatuh pada Jumat 3 November 2017 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian itu, pekerja PT MRT Jakarta tengah memasang overhead catenary system (OCS) parapet dengan beban 3 ton menggunakan crane berkapasitas 10 ton.

Truk crane lalu kehilangan keseimbangan sehingga parapet jatuh dan menimpa pengendara motor yang melintas. Motor berpelat nomor B 4336 SDB itu kemudian ringsek pada bagian depan. Sementara itu, pengendaranya yang sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sudah kembali ke rumah karena hanya mengalami luka ringan.