Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 14:53 WIB
  • Rencana Anies Tak Pengaruhi Polisi Tilang Motor di Sudirman

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Foe Peace Simbolon,
    • Ade Alfath
Rencana Anies Tak Pengaruhi Polisi Tilang Motor di Sudirman
Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Larangan Sepeda Motor Melintas di Jalan MH. Thamrin

VIVA – Kepolisian belum bisa memberikan jawaban apa pun atas rencana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memperbolehkan lagi sepeda motor untuk melintas di ruas jalan protokol, Sudirman-Thamrin.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra, kepolisian hanya bertindak sebagai pelaksana dari sebuah kebijakan dan aturan yang ditetapkan pemerintah.

Namun, sejauh ini Halim menilai, kebijakan larangan melintas di Jalan Sudirman-Thamrin yang dicetus mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, sudah cukup efektif mengantisipasi kemacetan di ruas jalan tersebut.

"Saya kira demikian. Tapi aturan itu polisi karena peraturan gubernur makannya kita tindak apabila ada roda dua melewati Thamrin," ujar Halim, Selasa 7 November 2017.

Halim menuturkan, kepolisian akan menunggu apa pun kebijakan yang akan diambil Anies, karena sejauh ini bolehkan motor melintas di Sudirman yang dilontarkan Anies baru sekadar rencana.

Karena itu, kata Halim, selama tidak ada aturan baru soal kebijakan larangan sepeda motor,  tak ada satu pun sepeda motor yang boleh melintas di jalur terlarang di Sudirman-Thamrin. Dan polisi akan menindak pemotor yang nekat melanggar aturan itu.

"Saya tidak mau berpolemik. Tapi, selama ada peraturan gubernur yang melarang, ya petugas lalu lintas tetap melaksanakan aturan tersebut. Maksudnya aturan itu masih tetap kita laksanakan, kecuali aturannya dicabut baru kita laksanakan. Selama aturan itu berlakukan harus dilaksanakan," kata dia.

Sementara, meski keinginan Anies itu baru bersifat rencana yang baru akan diajukan dalam perencanaan. Tapi, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) M Taufik mengaku mendukung langkah Anies Baswedan.

Karena bagi politisi Partai Gerindra,  penyebab kemacetan di Jakarta sebenarnya adalah mobil dan bukan sepeda motor. 

"Kalian itu jangan dikira kemacetan itu karena motor.  Kemacetan itu karena mobil. Kenapa enggak membatasi saja mobil bggitu loh," kata Taufik di Gedung DPRD DKI. 

Taufik mengaku bahwa dari dulu dia telah menolak pelarangan sepeda motor di jalan protokol tersebut. Dia menilai tidak ada kajian matang untuk melarang sepeda motor di Sudirman- Thamrin. Diapun menyarankan agar Anies i melakukan kajian untuk membatasi kendaraan roda empat. 

"Yah perlu di atur lah itu mobil. Saya pikir perlu dilakukan kajian oleh gubernur yang baru ini, lakukanlah kajian berkaitan dengan management traffic yah," ujarnya. (hd)