Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 21:53 WIB
  • Anies Baswedan Penutup Cerita Panjang Alexis

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Lilis Khalisotussurur,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Anies Baswedan Penutup Cerita Panjang Alexis
Photo :
  • Foe Peace - VIVA.co.id
Ruang pijat di Hotel Alexis.

VIVA – Program dialog tvOne, Indonesia Lawyers Club, atau ILC pada Selasa malam, 7 November 2017, membahas mengenai penutupan hotel dan griya pijat Alexis oleh Pemerintah DKI Jakarta.

Anggota DPRD DKI dari Partai Gerindra, Syarif menjadi narasumber pembuka dalam ILC yang dipandu Karni Ilyas malam ini. Dalam pernyataanya, Syarif menjelaskan, kenapa permohonan perpanjangan izin tempat usaha Alexis tidak dapat diproses.

Mengenai masalah Alexis ini, Syarif menyampaikan bahwa sudah sejak 24 Agustus 2017, izin tempat usaha Alexis itu sudah habis. Sesuai aturan tentang Kepariwisataan, setahun sekali izinya memang harus diperpanjang.

"Alexis ajukan perpanjang, tetapi belum ada jawaban. Alexis, lalu bersurat dan menanyakan jawaban. Pemprov DKI menyampaikan, kalau izin hotel dan griya pijat Alexis belum dapat diproses. Alias, izin itu tidak diperpanjang," kata Syarif.

Kenapa tidak dapat diproses, kata Syarif, itu menjadi otoritas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dia punya hak memberikan jawaban untuk melanjutkan, atau tidak melanjutkan.

"Tapi mengenai apa di balik penutupan itu, saya pernah diskusi dengan Pak Gub, bukan karena janji kampanye tidak. Itu karena jauh sebelumnya, sudah banyak masyarakat menuntut agar Alexis diutup," katanya.

Menurut Syarif, cerita Alexis sudah sangat panjang sekali. Pada setiap pergantian gubernur, selalu saja Alexis menjadi sorotan.

"Jadi, ini ada permintaan dari warga untuk menutup. Saat itu juga ada tantangan. Alexis cerita panjang yang sudah dicukupkan. Cerita itu sudah dicukupkan oleh Pak Anies. Pak Anies adalah penutup dari segala cerita ini.

Selain itu, menurut Syarif, Anies memiliki prinsip soal banyak pertanyaan, apakah dia akan mencari kebaikan atau menghindari kerusakan terkait Alexis. Anies memilih untuk memilih menghindari kerusakan. Karena itu, dia tidak memproses izin hotel dan griya pijat Alexis.

"Pak Anies punya prinsip, mencari kebaikan atau menghindari kerusakan. Soal pendapatan itu baik. Tetapi, yang dihindari sekarang kerusakan. Kita investasi kerusakan terlalu lama. Dan, ini dicukupkan Pak Anies," kata Syarif.

Ia menegaskan, dalam menghentikan izin Alexis, pemerintah telah memiliki bukti lengkap. "Yang tak diperpanjang, hanya griya pijat dan hotel. Karaoke jalan. Karena, pijat dan hotel ada bukti-bukti yang dimiliki pemprov," kata Syarif.