Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 14:14 WIB
  • Fakta dari Wujud Nyata Hotel Syariah Ala Sandiaga

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Anwar Sadat
Fakta dari Wujud Nyata Hotel Syariah Ala Sandiaga
Photo :
  • Viva.co.id/Bayu Januar
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno selalu menyebut-nyebut hotel syariah sebagai tempat untuk menampung mantan pekerja Hotel Alexis, yang tak dapat lagi bekerja setelah izin hotel yang ada di Pademangan, Jakarta Utara itu tak lagi diperpanjang.

Sebenarnya, apakah hotel syariah yang dimaksud Sandi itu nyata adanya, atau hanya sekadar wacana?

Ternyata, hotel syariah yang dimaksud Sandi itu belum ada di Jakarta. Wujud nyata hotel syariah itu, baru sekadar wacana saja.

Sandi baru membahas pendirian hotel syariah itu, dengan PT Jakarta Tourisindo. Menurutnya, dari hasil pembahasan itu, hotel yang dimaksud akan dibuat di bangunan asrama milik Pemprov DKI yang berada di bekas lokalisasi prostitusi Kramat Tunggak di Jakarta Utara, atau tak jauh dari Jakarta Islamic Center.

"Di Jakarta Islamic Center itu ada kayak asrama dan asramanya itu belum dikelola secara optimal. Mereka menawarkan untuk mengelola itu," kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Rabu 8 November 2017.

Sementara itu, menurut Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo, Jeffery Rantung, asrama itu sangat bisa dijadikan hotel syariah.

"Di sana sudah ada satu menempel dengan masjid dan di situ Insya Allah bisa dijadikan hotel syariah," kata Jeffrey .

Jeffrey mengatakan, bangunan tersebut saat ini sudah berdiri. Diperkirakan ketinggiannya antara delapan sampai 12 lantai. 

Bangunan tersebut, menurut Jeffrey selama ini biasa digunakan untuk acara pelatihan dan acara manasik haji dan belum dikelola secara optimal.

"Jadi jangan salah kita tidak membangun. Kita mau operate kita mengoperasikan gedung yang sudah ada yang selama ini memang belum terpakai sebagai Hotel. Jadi, hanya dipakai sebagai kegiatan training seminar dari dinas dinas," ujarnya.

Jeffrey mengaku hal ini terus dilakukan pengkajian secara mendalam. Ia berharap, awal tahun depan konsep tersebut telah matang dan dapat direalisasikan.

"Itu Insya Allah awal tahun depan, Januari sudah bisa. Jadi, ini kami tinggal dua bulan lagi, dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan wagub paparan konsepnya tinggal Pak Gubernur menyetujui sudah," ujarnya.