Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 15:45 WIB
  • Larangan Motor Diubah, Sandi Ungkap Cara agar Tak Semrawut

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Anwar Sadat
Larangan Motor Diubah, Sandi Ungkap Cara agar Tak Semrawut
Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Larangan Sepeda Motor Melintas di Jalan Protokol.

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjamin, kondisi jalan protokol tidak akan semrawut meski larangan sepeda motor di daerah Thamrin, Jakarta akan diubah.

Sandi, sapaan Sandiaga, mempunyai cara untuk mewujudkan hal tersebut, yakni dengan membuat pengendara motor berpindah menggunakan transportasi umum.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperbaiki transportasi umum yang saat ini ada. Sehingga masyarakat yang semula menggunakan sepeda motor akan beralih ke kendaraan umum.

Tak hanya itu. Sandiaga akan melakukan pendekatan khusus dengan memberikan insentif. "Kami pastikan akan ada insentif. Nanti ada OK Otrip. Ada insentif dengan pendekatan khusus kami pastikan penggunaan ridership dari busway akan meningkat dan begitu ada MRT dengan sendirinya (pengendara motor) pindah," katanya, Rabu, 8 November 2017.

Menurut Sandiaga, adanya pemberian intensif dan disinsentif dapat membuat para pengguna kendaraan pribadi, termasuk pengendara roda dua berpindah ke transportasi umum.

Pernyataan Sandiaga untuk tidak membuat jalan protokol macet lantaran kendaraan roda dua itu sekaligus menjawab kritik Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Menurut Sandiaga,  asalkan aturan dapat ditegakkan, tidak akan ada kesemrawutan. Dinas Perhubungan akan bekerja sama dengan polisi untuk menjaga ketertiban jalan protokol. Ketika trotoar dan jalan protokol sudah lebih tertata, penindakannya pasti akan lebih tegas.

"Alhamdulillah yang sekarang sudah cukup tertata dan akan kami tingkatkan. Kami yakin kalau ada pelanggaran dipertegas (penindakannya)," ujarnya

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi sempat melayangkan kritik terkait rencana Pemprov DKI yang ingin membolehkan pengendara roda dua melintas di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat. Dengan kebijakan itu, kata Pras, jalan protokol akan semakin semrawut. (mus)