Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 07:45 WIB
  • Jejak Bahaya Pengendara Terjaring Razia

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Syaefullah,
    • Bayu Nugraha,
    • Yunisa Herawati,
    • Foe Peace Simbolon,
    • Sherly (Tangerang)
Jejak Bahaya Pengendara Terjaring Razia
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa
Operasi Zebra Jaya 2017

VIVA – Beragam cara dilakukan para pengendara untuk menghindari operasi zebra. Tak jarang aksi mereka membahayakan keselamatan diri sendiri bahkan orang lain.

Pada Rabu, 8 November 2017 pagi, misalnya. Seorang pengemudi mobil Nissan X-Trail nekat menerobos operasi zebra, dengan cara menabrakkan mobilnya ke arah petugas. Peristiwa yang terjadi di depan
Gedung Aneka Tambang, TB Simatupang, Jakarta Selatan itu mengakibatkan seorang prajurit TNI luka-luka.

Awalnya, mobil bernomor polisi B123EX itu melaju dari arah jalan layang menuju ke arah Pasar Rebo. Tiba di lokasi, petugas meminta pengemudi menghentikan mobil. Tetapi, tiba-tiba pengemudi tancap gas.

"Dia disuruh minggir sama anggota Polantas, kemudian di situ juga ada PM, minggir. Tapi tiba-tiba langsung nyentak, langsung tancap gas begitu," kata Kepala Seksi Tata Tertib dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Lardi, Rabu, 8 November 2017.

Anggota PM TNI yang melihat peristiwa itu berusaha mengadang laju mobil. Namun, pengemudi tetap tancap gas hingga mengakibatkan petugas tersebut terpental dan luka-luka.

Aksi pengendara yang nekat menabrakkan mobilnya ke petugas bukan yang pertama terjadi dalam operasi zebra kali ini. Sebelumnya, pengemudi mobil Xenia dengan nomor polisi B 1021 BZW juga menerobos operasi zebra, di wilayah Cipondoh, Tangerang, Kamis, 2 November 2017. Pengendara tersebut berusaha menabrak petugas
gabungan dari polisi, TNI dan Dinas Perhubungan.

Setelah kejadian itu, petugas berusaha melacak pelaku. Aparat Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota lantas berhasil meringkus pengemudi mobil tersebut, Untung (39) di kediamannya di Cikokol, Tangerang. 

Kepala Polres Metro Tangerang Kota, Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan mengatakan, pengemudi itu nekat menerobos pagar betis petugas karena panik dan takut. Sebab, mobil yang dia kendarai itu bukan miliknya dan dia tidak memiliki surat izin mengemudi. "Jadi, dia kabur memang  karena takut ditilang karena tidak punya SIM ataupun STNK," ujarnya, Jumat, 3 November 2017.

Bukan hanya menerobos barikade petugas, ada juga pengendara yang malah memaki aparat ketika akan ditilang. Dalam video yang diunggah akun Instagram @polantasindonesia, beberapa hari lalu misalnya. Dalam video tersebut, seorang pengendara sepeda motor malah memaki-maki petugas ketika akan ditilang.

Petugas hendak menilang pengendara itu lantaran tidak menggunakan helm dan tak menghidupkan lampu utama saat berkendara di jalan. Petugas kemudian mencabut kunci kontak karena pemotor tak mau ditilang dan berupaya kabur.

Saat ini, Operasi Zebra 2017 tengah digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia, pada 1-14 November 2017. Dalam operasi tersebut, petugas menyasar pengendara yang melanggar lalu lintas seperti tanda nomor kendaraan bermotor, lawan arus, penggunaan rotator serta pelanggaran lainnya.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa meminta masyarakat agar tidak takut menghadapi operasi zebra yang dilakukan polisi di lapangan. "Jangan takut dengan operasi zebra ini ya, apalagi sepanjang Anda benar, dan enggak bakal polisi nyari-nyari kesalahan," kata Royke di Jakarta Utara, Rabu, 8 November 2017. 

Apabila pengendara menghindar atau kabur saat dirazia maka akan menjadi tanda-tanda bagi anggota polisi terhadap pengendara tersebut. "Jangan-jangan bawa obat, narkoba. Jangan-jangan sedang menodong
orang dalam mobil, jangan-jangan mereka sedang melakukan apa dalam mobil. Udah mending ditilang saja, paling kena denda, jangan takut," ujarnya. (hd)