Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 21:48 WIB
  • Pemilik Pabrik Tak Hadir di Rekonstruksi Ledakan Mercon Maut

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Sherly (Tangerang)
Pemilik Pabrik Tak Hadir di Rekonstruksi Ledakan Mercon Maut
Photo :
  • VIVA.co.id/ Sherly (Tangerang)
Polisi olah TKP kebakaran gudang mercon di Kosambi, Tangerang

VIVA – Indra Liono, pemilik pabrik petasan PT Panca Buanca Cahaya Sukses Kosambi Tangerang tak menghadiri rekonstruksi yang digelar Polda Metro Jaya, Rabu, 8 November 2017.

"Tersangka utama pemilik pabrik tidak dihadirkan dalam rekon kali ini, karena posisinya dia tidak berada di lokasi saat kejadian," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Deddy Supriadi.

Deddy menjelaskan, dalam rekonstruksi tersebut hanya dihadiri oleh tersangka Andre Hartanto sebagai pengelola perusahaan dan 10 saksi pekerja yang menjadi korban ledakan pabrik petasan.

"Kesepuluh saksi tersebut mereka yang selamat dari insiden dan mengalami luka-luka ringan," ujarnya.

Tak hanya rekonstruksi, lanjut Deddy, polisi juga kembali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara guna mencari kemungkinan adanya jasad para pekerja yang tertinggal.

"Dari hasil olah TKP kami tidak menemukan jasad ataupun barang bukti baru. Untuk rencana olah TKP kedepan, kami masih tunggu koordinasi dari Polda," ungkap Deddy.

Kebakaran hebat disertai ledakan melanda pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses terjadi pada Kamis, 26 Oktober 2017.

Sebanyak 47 orang yang merupakan pegawai di pabrik tersebut tewas terpanggang. Seluruh korban tewas telah dibawa menuju RS Kramat Jati Polri guna dilakukan identifikasi.

Polisi pun menetapkan tersangka yakni pemilik pabrik itu sendiri, Indra Liono. Kedua, pengelola di pabrik itu yakni Andre Hartanto, dan tersangka terakhir seorang tukang las bernama Subarkah Ega Sanjaya. Mereka terjerat pasal 359 KUHP dengan hukuman diatas 5 tahun penjara.