Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 00:33 WIB
  • Video Mahasiswa UI, Polisi Terus Periksa Dua Pelaku

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Bayu Nugraha
Video Mahasiswa UI, Polisi Terus Periksa Dua Pelaku
Photo :
  • VIVA/Zahrul Darmawan
Kapolresta Depok Kombes Herry Heriawan

VIVA – Kepolisian Resor Depok sampai saat ini masih mencari pemeran dan penyebar video porno yang diduga dilakukan oleh mantan mahasiswa Universitas Indonesia. Saat ini polisi sedang memeriksa mantan pacar dari wanita bernama Hanna Anisa yang diduga wanita dalam video tersebut.

"Hari ini sudah dilakukan pemeriksaan untuk mantan pacarnya HA yang ada di dalam kita masih melakukan penyelidikan atas nama HFZ (Farhan)," kata Kapolresta Depok, Kombes Pol Herry Heryawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu 8 November 2017.

Kemudian, kata Herry, pada Kamis pihaknya akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap Hanna. Nantinya, dari hasil kesimpulan pemeriksaan tersebut, pihaknya akan mensinergikan hasil pemeriksaan itu dengan pemeriksaan secara laboratorium scientific investigation dari video yang disebar itu.

"Besok kita melakukan pemeriksaan kembali terhadap si HA, jadi itu masih perkembangan," ujarnya.

Mantan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini menegaskan, pihaknya saat ini masih fokus dalam pencarian siapa penyebar video tersebut pertama kali. Dalam hal ini, Herry menyebut sang wanita dalam video tersebut hanya seorang korban. Untuk penyebar video tersebut pertama kali akan dijerat UU ITE.

"Kita lihat korban. Jadi kita tetap mencari tahu siapa yang mengedarkan itu. Kami koordinasi dengan siber untuk mengetahui siapa yang mengunduh kemudian mengedarkan pertama kali. Kita gunakan UU ITE," katanya.

Ketika ditanya pemeran video tersebut apakah benar wanita Hanna, Herry enggan menjawabnya."Nanti, besok saja lah," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hanna telah membantah soal video itu. Demikian juga Farhan, pria yang diduga terkait dengan kasus video porno berjudul mahasiswi Universitas Indonesia sudah angkat bicara. Farhan mengaku dia telah menjadi korban fitnah dan pencemaran nama baik.

"Dalam hal ini saya minta pada netizen untuk tidak mengaitkan nama saya pada video yang beredar saat ini."

Selanjutnya, Farhan berharap kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini dan mencari tahu dalang di balik kasus video porno tersebut.