Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 17:05 WIB
  • Kota Depok Baru Saja Dilanda Cuaca Buruk

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Kota Depok Baru Saja Dilanda Cuaca Buruk
Photo :
  • Zahrul Darmawan (Depok)
Banjir di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Depok, Jawa Barat.

VIVA – Cuaca buruk melanda wilayah Kota Depok, Jawa Barat. Akibatnya, sejumlah ruas jalan tergenang banjir dan banyak pohon yang roboh.

Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Depok, sejak pukul 14.00 WIB, Kamis, 9 November 2017. 

Berdasarkan pantauan VIVA, sejumlah ruas jalan mengalami banjir, seperti di turunan jalan layang Arif Rahman Hakim menuju Beji, Jalan Ridwan Rais, Perumahan Taman Duta, Bukit Cengkeh dan Jalan Raya Pekapuran tepatnya di depan Gang Situ Golf, Cimanggis.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas terganggu. Bahkan, banjir yang terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim menyebabkan terjadinya kemacetan parah di ruas Jalan Margonda Raya.

"Walaupun sebentar pasti banjir. Sudah lama seperti ini. Kita sudah lapor ke pemerintah. Tapi hingga kini belum ada respons serius," kata warga Jalan Arif Rahman Hakim, bernama Dayat.

Sementara, sebuah pohon tumbang di kawasan Jalan Raya Citayam tepatnya di dekat Situ. Beruntung, tidak ada korban jiwa dan kejadian ini. 

Batang pohon yang roboh membuat akses jalan tertutup dan menimbulkan kemacetan. Sejumlah petugas telah dikerahkan ke sejumlah lokasi dan hingga berita ini diturunkan, Kota Depok masih dilanda hujan dengan intensitas sedang. 

FOTO: Ruang kerja Wakil Wali Kota Depok yang bocor.

Di saat bersamaan, akibat cuaca buruk, atap di gedung pusat Pemerintahan Kota Depok mengalami kerusakan. Air hujan yang turun dari langit, mengucur deras di dalam ruangan kerja Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna.

Kondisi ini diketahui setelah rekaman video peristiwa ini beredar di media sosial. Dalam rekaman video terlihat kucuran air di ruang kerja Pradi mengalir deras dari lubang lampu di plafon. 

Bahkan, Pradi terpaksa menaruh ember untuk menampung air hujan yang masuk ke ruangannya. "Ya, aku minggir dulu ah, ruang kerjaku bocor," kata Pradi. (one)