Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 18:53 WIB
  • Jawaban Sandiaga Uno Dijuluki 'Bapak Upah Murah'

  • Oleh
    • Aries Setiawan,
    • Anwar Sadat
Jawaban Sandiaga Uno Dijuluki 'Bapak Upah Murah'
Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

VIVA – Massa buruh berdemo di depan Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis, 9 November 2017. Mereka kecewa terhadap Pemerintah Provinsi DKI yang menaikkan upah minimum provinsi tak sesuai harapan. 

Bahkan buruh menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno sebagai 'Bapak Upah Murah'.

Menanggapi hal ini, Sandiaga mengaku tidak setuju. Bahkan Sandi, begitu sapaannya, mengklaim, bahwa kebijakan dan keputusannya selama ini berpihak pada kesejahteraan kaum buruh.

"Pertama-tama kami komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh itu all out 100 persen non-negotiable. Bahwa Anies-Sandi berada di belakang kesejahteraan buruh. Nomor dua, era kita memang sudah bergerak untuk meningkatkan upah murah. Sekarang di seluruh wilayah. Bukan hanya Indonesia, tapi regional juga ada sebuah revolusi industri jilid keempat, di mana upah murah itu sudah enggak menjadi isu," kata Sandiaga di Balai Kota.

Sandi mengatakan, di masa depan nanti perekonomian akan memiliki konsep baru yang disebut Economy Sharing Modal. Dengan konsep tersebut nantinya upah murah bagi buruh sudah tidak diberlakukan.

"Bahwa ke depan basisnya adalah basis ekonomi berbagi. Nah ini yang harus kita sikapi secara bijak bersama-sama," ujarnya.

Sandi mengaku saat ini memiliki hubungan yang cukup baik dengan buruh. Ia juga telah berusaha sebaik mungkin dalam penetapan kebijakan. Selain telah menaikkan UMP, ia juga meringankan beban hidup para buruh. Untuk itu, ia tidak setuju jika dianggap tidak berpihak kepada buruh.

"Jadi UMP-nya sudah dinaikkan, hampir 9 persen, jadi angkanya tiga koma. Hampir 3,65. Dan komponen yang terpenting adalah biaya hidupnya kita turunkan. Biaya hidupnya itu satu komponen. Yang paling penting adalah biaya transportasi melalui kartu Transjakarta dan menekan biaya belanja sehari-hari mereka melalui inisiatif dari PD Pasar Jaya." (mus)