Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 14:53 WIB
  • Ribuan Buruh Demo, Jalan Depan Balai Kota Tak Bisa Dilalui

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Ade Alfath
Ribuan Buruh Demo, Jalan Depan Balai Kota Tak Bisa Dilalui
Photo :
  • VIVA.co.id/ Ade Alfath
Buruh demo di depan Balai Kota Jakarta, Jumat, 10 November 2017

VIVA – Ribuan buruh memenuhi depan kantor Balai Kota Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 10 November 2017.

Pantauan VIVA.co.id, sekitar pukul 13.30 WIB, Jalan Medan Merdeka Selatan, dari arah Tugu Tani menuju Patung Kuda Monas, sudah tak bisa dilalui kendaraan. Polisi telah menutup jalan mulai dari depan Kedubes Amerika Serikat. 

Sementara, arah sebaliknya, dari Patung Kuda Monas menuju Medan Merdeka Timur, jalan masih bisa dilalui. Arus lalu lintas terpantau ramai lancar. 

Hari ini, ribuan buruh berunjuk rasa mengusung isu cabut mandat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur pembohong, menolak upah minimum berdasarkan PP 78/2015 dan menuntut revisi, serta turunkan harga sembako, listrik, dan lain sebagainya.

Di antara massa aksi, terdapat ratusan buruh perempuan. Mereka tergabung dalam Barisan Pelopor Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI). 

Salah satu buruh perempuan, Siti Komsiah, mengatakan, buruh perempuan yang datang merupakan gabungan dari Jakarta dan Bogor. Rata-rata mereka bekerja di sektor industri padat karya. "Yang datang (buruh perempuan) sekitar 150 orang. Rata-rata kami bekerja di industri elektronik, garmen, dan metal," kata Siti. 

Menurut Siti, bergabungnya buruh perempuan dalam unjuk rasa kali ini merupakan bentuk solidaritas sesama buruh dalam memperjuangkan upah, khususnya di Ibu Kota. Mereka kecewa terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang menetapkan UMP DKI sebesar Rp 3.648.035. "Harapan kami UMP bisa Rp 3,9 juta. Karena 3,9 itu Kebutuhan Hidup Layak (KHL) minimum," ujarnya. 

Usai dari Balai Kota, buruh akan bergerak ke depan Istana Negara. (one)