Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 17:16 WIB
  • Jejak Kelam Dokter Penembak Istri di Klinik Graha Amalia

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Foe Peace Simbolon,
    • Anwar Sadat
Jejak Kelam Dokter Penembak Istri di Klinik Graha Amalia
Photo :
Dokter Helmi, pelaku pembunuhan terhadap dokter Lety Sultri (menutup wajah)

VIVA – Ryan Helmi, dokter yang menembak mati istrinya, dokter Lety Sultri di Klinik Azzahra Medical Center, Jakarta Timur, ternyata pernah bertugas sebagai dokter kecantikan di sebuah klinik yang jaraknya sangat dekat dengan lokasi penembakan.

Dokter Helmi bertugas di Klinik Graha Amalia, yang berada hanya sekitar 20 meter dari Klinik Azzahra. Jarak kedua klinik hanya dipisahkan beberapa bangunan saja. 

Di klinik ini, dokter Helmi memiliki ruang kerja di lantai 4. Dia khusus menangani pasien kecantikan.

"Iya memang dia pernah kerja di sini. Cuma di lantai empat. Di bagian estetikanya," kata Manajemen Building Klinik Amalia, Fifi, saat ditemui VIVA Jumat, 10 November 2017.

Menurut Fifi, dalam kesehariannya, dokter Helmi dikenal seorang yang ramah dan berperilaku layaknya dokter lainnya. Namun, menurut Fifi, dokter Helmi datang jarang datang ke klinik tersebut.

"Dia datang ke sini kalau ada pasien yang telah melakukan perjanjian saja. Jadi enggak setiap hari," ujarnya.

Saat bertugas di klinik ini, dokter Helmi memiliki jejak rekam kelam, karena dinilai berperilaku buruk dan akhirnya dia dipecat. Fifi mengatakan, waktu kerja dokter Helmi di klinik ini tak sampai satu tahun. Hanya dalam hitungan bulan.

Fifi juga enggan berspekulasi apakah perlakuan yang dilakukan dokter Helmi itu dilatarbelakangi rasa depresi karena dipecat.

"Saya juga enggak tahu pasti sebabnya apa. Yang jelas dia enggak lama. Enggak sampai satu tahun kerja di sini," ujarnya.

Seperti diketahui, dokter Helmi mengeksekusi mati istrinya dengan dua pistol rakitan jenis Revolver dan FN. Dokter Lety tewas setelah enam butir peluru yang ditembakan secara beruntun bersarang di tubuhnya.

Penembakan terjadi pukul 14.00 WIB, saat itu korban sedang menangani pasien. Pelaku datang untuk meminta korban membatalkan gugatan cerai atas pernikahan mereka di pengadilan.

Tapi, korban menolak keinginan itu. Lalu, karena kesal, dokter Helmi akhirnya menembak mati wanita yang pernah mendampingi hidupnya selama lima tahun. Penembakan berlangsung dalam jarak sangat dekat, akibatnya korban tewas seketika di lokasi.

Baca: Isi Obrolan Terakhir dr Lety Sebelum Tewas Ditembak Suami