Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 22:50 WIB
  • Masih Terdengar Suara Takbir di Ruang Tahanan Mako Brimob

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Irwandi Arsyad
Masih Terdengar Suara Takbir di Ruang Tahanan Mako Brimob
Photo :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin
Mako Brimob

VIVA – Peristiwa keributan terjadi di ruang tahanan teroris Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Keributan terjadi setelah tahanan masuk selepas salat Jumat, 10 November 2017.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan, akibat peristiwa itu sejumlah fasilitas rutan rusak. Keributan di blok C itu menyebabkan pintu sel tahanan jebol, pintu pagar lorong blok dirusak dan kaca jendela pecah.

Rikwanto mengatakan, keributan itu berawal adanya penggeledahan telepon genggam di kamar tahanan. Hasilnya ditemukan empat telepon genggam tahanan bernama Juhanda, Saulihun, Kairul Anam dan Jumali.

Sejumlah tahanan tidak terima. Seorang dari tahanan sengaja memancing petugas dengan ucapan provokator dan memancing tahanan lain untuk beraksi. Saat ini situasi sudah bisa reda dengan penangan petugas piket.

"Anggota piket dari Sat-III Pelopor melakukan tindakan dengan tembakan ke atas guna untuk tanda terjadi keributan dan untuk peringatan kepada para narapidana. Sampai saat ini suasana sudah bisa dikendalikan oleh piket Densus, setelah itu anggota siaga menunggu perkembangan," katanya.

Meski keributan di ruang tahanan teroris di Mako Brimob sudah dapat ditangani, tapi suara takbir masih tetap terdengar dari dalam tahanan. Petugas piket dari Sat-III Pelpor Brimob Kelapa Dua, masih bersiaga.

"Namun para tahanan tetap masih ada yang takbir-takbir sehingga memicu yang lain," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto, Jumat malam, 10 November 2017.

Menurut Rikwanto, keributan itu berawal karena adanya penggeledahan telepon genggam di kamar tahanan. Hasilnya ditemukan empat telepon genggam tahanan bernama Juhanda, Saulihun, Kairul Anam dan Jumali.

Sejumlah tahanan tidak terima. Seorang dari tahanan sengaja memancing petugas dengan ucapan provokator dan memancing tahanan lain untuk beraksi. Saat ini situasi sudah bisa reda dengan penanganan petugas piket.

"Anggota piket dari Sat- III Pelopor melakukan tindakan dengan tembakan ke atas untuk tanda terjadi keributan dan untuk peringatan kepada para narapidana. Sampai saat ini suasana sudah bisa dikendalikan oleh piket Densus, setelah itu anggota siaga menunggu perkembangan," katanya. (ase)