Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 11 November 2017 | 21:53 WIB
  • Urus SIM A Umum, Driver Taksi Online Kesulitan Uji Simulator

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Urus SIM A Umum, Driver Taksi Online Kesulitan Uji Simulator
Photo :
  • VIVA.co.id/ Jeffry Sudibyo
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mencoba uji simulator beberapa waktu lalu.

VIVA – Para pengemudi taksi online harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) A Umum. Hal itu sesuai Revisi Peraturan Menteri 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. 

Ada beberapa persyaratan yang beda antara membuat SIM A Umum dengan SIM A. Untuk pembuat SIM Umum harus memiliki sertifikat dari sekolah mengemudi sebelum melakukan pendaftaran, dan mengikuti tes psikologi serta uji simulator. Pada uji simulator ini sejumlah pengemudi taksi online itu kesulitan dan gugur.  

Pantauan VIVA, saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencoba uji simulator, sempat beberapa kali menanyakan cara yang benar menggerakkan setir sesuai titik merah di layar.

Kasi Satpas SIM dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Fahri Siregar, mengatakan memang banyak peserta tidak lolos uji simulator. Menurut dia, menjalani uji simulator butuh konsentrasi dan keterampilan mengemudi. Jika tidak, biasanya ada saja yang gagal.

Hal senada disampaikan Ketua Koperasi  Perkumpulan Pengusaha Rental Indonesia (PPRI), Ponco Seno. "Memang simulator juga syarat dari verifikasi uji ketrampilan kita akan diluluskan. Mungkin ada beberapa yang enggak lulus karena di situ," ujar Ponco.

Dia bekerja sama dengan para pengusaha taksi online untuk membuat SIM secara bersamaan. Menurut Ponco, jika dalam tes kesehatan peserta tidak lulus, pihaknya tidak bisa membantu walaupun pembuatan SIM dilakukan secara kolektif. Ini berbeda saat uji simulator yang masih bisa dibantu. (ren)