Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 13 November 2017 | 11:02 WIB
  • Warga Bukit Duri Datangi Balai Kota, Tagih Janji Anies

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Anwar Sadat
Warga Bukit Duri Datangi Balai Kota, Tagih Janji Anies
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Warga Bukit Duri Bongkar Rumahnya Sendiri

VIVA – Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi mendatangi Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin, 13 November 2017 pagi. Kedatangannya untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sandyawan mengaku mewakili warga Bukit Duri untuk menanyakan kelanjutan program penataan Bukit Duri yang dijanjikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebab, pada pertemuan terakhir, Anies menjanjikan pertemuan khusus untuk membahas hal itu. 

"Kami mau minta waktu untuk pertemuan yang waktu itu, untuk membicarakan kampung susun. Kami minta jadwal karena kemarin kan kami tidak ikut," kata Sandyawan di Balai Kota. 

Sandiyawan menyampaikan kepada Pemprov DKI terkait acara Forum Sosial Urban Jakarta yang akan diselenggarakan 17-18 Februari 2018. 

Forum tersebut berisi pameran permukiman dan tata ruang, diskusi publik, pameran seni budaya, festival ekonomi dan koperasi, festival narasi atau penulisan, serta acara untuk melakukan penataan secara bersama antara warga sipil dengan Pemprov DKI.

"Akan ada ribuan yang hadir dari warga miskin kota, nelayan, buruh. Kami bekerja sama juga dengan para akademisi dan praktisi perkotaan," ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno merespons positif acara ini. Untuk melibatkan warga dalam setiap penataan kampung sudah digodok cukup lama. "Ini sudah digodok lama sekali sejak awal 2016 kami kunjungan di Bukit Duri dan ini sekarang sudah menjadi sebuah gerakan di 200 lebih RW Jakarta yang kumis kupat, kumuh miskin kumuh padat," ujarnya.

Sandiaga mengatakan akan memberdayakan beberapa warga yang aktif untuk turut menata kampung. "Jadi kami akan mendukung suatu langkah positif bahwa masyarakat akan menata dirinya sendiri, dengan mengundang tak hanya akademisi, tapi pemerintah juga ingin ikut dialog di sini dan dari dunia usaha juga," ujarnya.