Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 13 November 2017 | 14:11 WIB
  • Detik-detik Dokter Lety Ditembak Mati di Klinik Azzahra

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Bayu Nugraha
Detik-detik Dokter Lety Ditembak Mati di Klinik Azzahra
Photo :
  • Anwar Sadat
Klinik Azzahra Medical Center, lokasi penembakan dokter Lety Sultri

VIVA – Polisi penyidik dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya hari ini menggelar prarekonstruksi atas pembunuhan Dokter Letty, yang dilakukan suaminya, Dokter Ryan Helmi. Prarekonstruksi dilakukan di Klinik Azzahra, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur.

Sebanyak 20 adegan diperagakan di klinik ini. Tiga adegan lagi yakni saat pengisian peluru di senjata api dan saat Dokter Helmi menyerahkan diri dilakukan di Polda Metro Jaya.

"Tiga adegan dilakukan di Polda Metro Jaya yaitu adegan satu dan dua saat pengisian amunisi dan adegan 23 saat pelaku menyerahkan diri ke Polda," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, di lokasi prarekonstruksi, Senin 13 November 2017.

Hendy pun menjelaskan detik-detik Dokter Helmi tega menghabisi nyawa sang istri dengan cara menembaknya. Adegan pertama, pada hari Kamis 9 November 2017 sekitar pukul 12.00 WIB. Tersangka memesan ojek online dari Bekasi menuju Klinik Azzahra.

"Adegan kedua, tersangka memasukkan peluru pada magazen senjata api di sebuah warung dekat Wali Kota Jakarta Timur," katanya.

Kemudian, tersangka tiba di TKP dan turun dari ojek online tersebut. Namun, tersangka meminta pengendara ojek online untuk menunggunya sebentar.

Adegan keempat, tersangka masuk ke klinik dan adegan kelima saat korban sedang menunggu di ruang pendaftaran pasien klinik. Adegan keenam dan ketujuh, saksi memberitahu kedatangan tersangka kepada korban dan korban menemui tersangka.

Adegan kedelapan, tersangka mengajak korban ke ruang praktek dokter. Namun korban menolak dan terjadi percekcokan. "Adegan kesembilan, tersangka mengeluarkan senjata api dari dalam tas. Adegan kesepuluh korban teriak minta tolong," katanya.

Adegan kesebelas, saksi yakni pegawai klinik keluar dari dalam ruang pendaftaran dan melihat tersangka mengokang senjata. Adegan kedua belas, saksi pun kembali ke ruang pendaftaran.

"Adegan ketiga belas, korban berlari masuk ke ruang keuangan dan langsung mengunci pintu dari dalam. Adegan keempat belas, dari lubang kotak yang ada di ruang pendaftaran, saksi melihat korban di dalam ruangan keuangan," katanya.

Adegan kelima belas, korban menutupi dirinya dengan kursi dan saat itu tersangka membidik korban. Adegan keenam belas, tersangka menembak korban sebanyak 2 (dua) lewat lobang kecil yang ada di ruang keuangan.

"Adegan ketujuh belas, ada saksi menegur tersangka namun saat adegan kedelapan belas, tersangka mengarahkan senjata api kepada saksi dan selanjutnya saksi langsung kabur," ujarnya.

Naik Ojek

Adegan kesembilan belas, tersangka menembak kembali korban dan adegan kedua puluh, korban tergeletak di lantai.

Adegan keduapuluh satu, tersangka keluar klinik dan langsung menuju pengendara ojek online. Selanjutnya, adegan keduapuluh dua, tersangka naik ojek online yang sama menuju Polda Metro Jaya.

"Adegan keduapuluh tiga, tersangka menyerahkan diri kepada polisi di Polda Metro Jaya," ucapnya.

Usai melakukan prarekonstruksi, tersangka dan saksi kembali dibawa ke Polda Metro Jaya guna melengkapi proses pemberkasan.

"Jadi nanti penyidik akan menganalisa apakah ada kesesuaian antara keterangan tersangka, prarekonstruksi dan keterangan saksi apakah masih ada keterangan saksi lain yang kita butuhkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ren)