Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 11:22 WIB
  • Usai Penggusuran, Kanal Banjir Barat Dijaga Siang Malam

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Anwar Sadat
Usai Penggusuran, Kanal Banjir Barat Dijaga Siang Malam
Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Ilustrasi/Penggusuran

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengawasi bantaran Kanal Banjir Barat (KBB), Jakarta, usai ditertibkan Senin, 13 November 2017. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, kawasan tersebut telah dijaga oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja. Penjagaan dilakukan agar kawasan tersebut tak didirikan bedeng liar lagi.

"Kami tempatkan aparat di sana (KBB) untuk antisipasi agar mereka tidak ke sana lagi," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 14 November 2017.

Sandiaga mengatakan, Pemprov DKI telah memberikan arahan kepada kepala Satpol PP DKI Jakarta agar selalu menempatkan personelnya secara cepat. Nantinya para personel Satpol PP bersiaga sejak pagi hingga malam.

Para personel diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa daerah tersebut bukan tempat tinggal dan tidak boleh warga mendirikan bangunan. 

"Saya sudah berikan perintah jelas ke Pak Yani Satpol PP, ditempatkan personel di sana lebih cepat. Kasih makan yang cukup, sarapan yang cukup, datang pagi sekali dan secara tentunya tegas persuasif memberikan pesan yang jelas kepada para penghuni yang kemarin jangan kembali lagi," ujarnya.

Sebelumnya, puluhan bangunan liar yang terbuat dari plastik dan terpal di sepanjang jalan Inspeksi Kanal Banjir Barat (KBB) dibongkar petugas, Senin, 13 November 2017. "Ada 131 gubuk dari plastik yang berada di sepanjang jalan ini. Kami bersihkan semua," kata Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, kepada VIVA.

Penertiban dilakukan karena wilayah ini akan dipakai untuk kendaraan dari pemerintah pusat yang akan mengeruk Kanal Banjir Barat. Ibu kota menghadapi musim hujan yang intensitasnya diperkirakan cukup tinggi.

Untuk itu, agar dapat menampung debit air, penataan saluran harus segera dilakukan guna menghindari banjir di Jakarta.