Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 15:55 WIB
  • Alumni Kanisius Bantah Walk Out Massal Saat Pidato Anies

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Ade Alfath
Alumni Kanisius Bantah Walk Out Massal Saat Pidato Anies
Photo :
  • Facebook
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pidato di acara Pesta Raya Kanisius untuk Indonesia beberapa waktu lalu.

VIVA – Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius (PAKKJ) akhirnya mengirimkan surat penjelasan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terkait adanya alumni yang walk out saat dia berpidato akhir pekan lalu. Aksi walk out tersebut dinilai adalah sikap pribadi.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PAKKJ, Sharief Natanegara. Menurut Sharief, sikap  walk out yang diduga dilakukan alumni Kanisius yaitu Ananda Sukarlan tak mewakili organisasi perhimpunan alumni Kanisius.

"Yang walk out hanya sendiri (satu orang). Justru pada saat pak Gubernur pidato, [hadirin] malah tambah ramai," kata Sharief dalam keterangan kepada wartawan, Selasa 14 November 2017.

Menurutnya, kehadiran Anies dalam acara tersebut justru mendapatkan perhatian dari pihak alumni. Ia menekankan tidak terjadi walk out secara massal seperti yang diberitakan di media sosial. Untuk itu, Sharief meminta agar seluruh pihak, tidak terprovokasi oleh hal-hal yang beredar di media sosial.

"Salah satu tradisi panjang di Kanisius adalah selalu mengutamakan dan menghargai setiap orang yang hadir di setiap kegiatan yang dilakukan. Ini sudah menjadi bagian dari nilai-nilai seorang Kanisian yang telah tertanam sejak menjadi siswa di Kolese Kanisius," jelas Sharief.

Anies sendiri mengaku tidak tahu ada alumni Kanisius yang melakukan aksi walk out saat dia pidato. Peristiwa itu terjadi dalam acara Pesta Raya Kanisius untuk Indonesia dalam rangka memperingati ulang tahun Kolese Kanisius ke-90 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu 11 November 2017.

"Saya malah baru tahu (kabarnya) pas sudah di dalam kantor. Tadi pagi pun saya belum tahu," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin 13 November 2017.

Anies mengaku menghormati aksi walk out yang dilakukan sebagian alumni Kanisius saat ia berpidato. Sebagai gubernur, dia menyebut bertanggung jawab mengayomi semua pihak.

"Saya menghormati perbedaan. Dan saya memberikan hak kepada siapa saja untuk mengungkapkan dengan caranya. Jadi kalau kemudian ada reaksi negatif, itu bonus saja buat saya," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. (ren)