Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 16:50 WIB
  • Puluhan Keluarga Korban Tanah Bergerak Diungsikan Seadanya

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Muhammad AR (Bogor)
Puluhan Keluarga Korban Tanah Bergerak Diungsikan Seadanya
Photo :
  • VIVA/Muhammad AR
Puluhan Keluarga Korban Tanah Bergerak Diungsikan ke Lokasi Seadanya

VIVA – Belasan rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Dukuh, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pergerakan tanah terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan deras dan lama.

Puluhan jiwa dari 21 kepala keluarga harus diungsikan ke lokasi sanak saudara terdekat. Warga yang tidak memiliki tempat lain terpaksa harus menempati lokasi seadanya di sebuah gubuk dan pos ronda.

"Ada sekitar lima belas rumah mengalami kerusakan. Sepuluh rusak ringan, sisanya rusak berat. Pergeseran tanah karena hujan deras kemarin sore," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana pada BPBD Kabupaten Bogor, Budi Aksomo, kepada VIVA pada Selasa, 14 November 2017. 

BPBD telah menerima informasi sekaligus peringatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tentang 22 kecamatan yang rawan longsor dan tanah bergerak sepanjang Oktober sampai November, menyusul tiba musim hujan.

Dua puluh dua kecamatan itu, antara lain Babakanmadang, Bojonggede, Caringin, Cariu, Ciampea, Ciawi, Cibinong, Cibungbulang, Cigombong, Cigudeg, Cijeruk, Cileungsi, Ciomas, Cisarua, Ciseeng, Citeureup, Dramaga, Gunungputri, Gunungsindur, Jasinga, Jonggol, dan Kemang.

Sebanyak 12 kecamatan ditetapkan sebagai daerah dengan potensi tanah bergerak atau longsor dalam kategori menengah sampai tinggi. Bahkan delapan kecamatan di antaranya terkategori rawan banjir bandang, antara lain Caringin, Ciampea, Cibungbulang, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Dramaga, dan Kemang.

“Kami mengimbau (warga) agar tetap berhati-hati; jika hujan deras langsung mencari tempat datar dan aman," kata Aksomo.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Sukawangi, Hendro, pergerakan tanah di desanya juga mengakibatkan jalanan nyaris terputus. Warga mengaku khawatir dengan tanah yang terus bergerak. 

"Untuk menjaga keselamatan warga, kami ungsikan ke tempat warga lain, tapi ada yang sementara di lokasi pos dan rumah dekat kebun," katanya.