Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 16:54 WIB
  • Mau Pulang Kampung, Basufi Malah 'Nyasar' ke Istana Presiden

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Foe Peace Simbolon
Mau Pulang Kampung, Basufi Malah 'Nyasar' ke Istana Presiden
Photo :
  • Antara/ Widodo S Jusuf
Gerbang Istana Kepresidenan.

VIVA – Basufi Tarsiwan (39 tahun), pria yang berupaya menerobos masuk ke Istana Negara, Jakarta, awalnya bermaksud pulang ke Banyumas, Jawa Tengah. Namun, pria yang tinggal di Tangerang itu hilang saat tiba di Jakarta bersama kakaknya lalu nyasar ke Istana Negara.

Keterangan ini didapat dari pengakuan sang kakak saat dihubungi polisi usai Basufi diamankan. Keterangan serupa didapat dari Basufi. 

"Dari Tangerang dia akan pulang Banyumas dengan kakaknya. Tapi sampai di Jakarta, BT menghilang dan kakaknya tidak bisa mencari adiknya ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Markas Polda Metro Jaya, Selasa, 14 November 2017.

Sang kakak telah mencarinya tapi tidak menemukan Basufi. Ternyata Basufi berada di Istana Negara.

Di sana, dia berupaya masuk untuk bertemu Presiden Joko Widodo namun tidak diizinkan petugas karena gerak-geriknya mencurigakan. Selain itu, prosedur yang ia tempuh untuk menemui Jokowi tidak sesuai sehingga akhirnya diamankan Pasukan Pengamanan Presiden.

"Ya, tentunya untuk bertemu pimpinan negara sebagai lambang negara kita, simbol negara kita kan harus ada prosedur yang harus dilalui. Dia langsung masuk pintu dua, akhirnya diamankan Paspampres dan diserahkan ke Polsek Gambir," ujar Argo.

Kakak pelaku pun membenarkan bahwa dia pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa di Banyumas pada 2016 silam. "Yang bersangkutan pernah berobat di RSJ di Banyumas selama 3 bulan," lanjut Argo.

Sejauh ini, pelaku mengaku alasannya melakukan hal itu hanya karena ingin bertemu Jokowi. Namun, guna memastikan apakah kasus ini akan diteruskan atau tidak, polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan Basufi. (ren)