Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 15:25 WIB
  • Pidato di Depan DPRD, Anies Soroti Ketimpangan Jakarta

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Ade Alfath
Pidato di Depan DPRD, Anies Soroti Ketimpangan Jakarta
Photo :
  • VIVA/Anwar Sadat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI.

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akhirnya menyampaikan visi dan misinya dalam sidang paripurna di Gedung DPRD, Rabu, 15 November 2017. 

Anies mengawali pidatonya dengan sebuah pantun. "Dari Dukuh naik Transjakarta ke Kota. Puas berwisata pulangnya ke Pinangsia. Bersama seluruh warga Ibu Kota, kita jadikan Jakarta maju dan bahagia," kata Anies. 

Mulai berpidato, Anies menyoroti soal ketimpangan, di mana kemiskinan ekstrem berdampingan dengan gemerlapnya kemegahan Ibu Kota. Keterdidikan yang amat tinggi berdampingan dengan tingkat putus sekolah yang tak kalah tinggi.

Tingginya gedung menjulang berdampingan dengan reyotnya gubuk rakyat. Luasnya hamparan pulau reklamasi berdampingan dengan sempitnya rumah para nelayan. "Itu hanya sekelumit ketimpangan di kota ini. Mari bersama-sama mengubah kenyataan ini," kata Anies. 

Untuk mengatasi hal itu, kata Anies, pihaknya mempunyai program-program prioritas, yaitu mendorong terciptanya lapangan kerja dan wirausaha baru, mewujudkan pendidikan tuntas berkualitas untuk semua. 

Selain itu, memastikan biaya hidup yang lebih terjangkau meliputi air bersih, bahan pangan pokok, rumah rakyat, serta transportasi publik. "Prioritas ini terkesan sebagai hal-hal dasar, namun itulah kenyataannya yang dihadapi oleh rakyat," ujarnya. 

Dia menambahkan, "Suara dan kekhawatiran utama mayoritas warga Jakarta adalah mencukupi hal-hal dasar itu. Perhatian dan usaha serius pada hal-hal mendasar ini dapat mengubah hidup dan masa depan warga yang membutuhkannya."  

Menurut Anies, untuk mewujudkan prinsip kota modern di Jakarta, gubernur, wakil gubernur, dan pemerintah Ibu Kota tak akan bisa bekerja sendiri. Kerja sama dan kerja bersama dari komunitas, pakar, ulama dan semua profesi yang bekerja dan mencari nafkah di Kota Jakarta akan dibutuhkan. 

Namun yang sangat penting adalah solidnya pimpinan di Ibu Kota. Dalam konstitusi disebutkan meliputi juga lembaga wakil rakyat dan lembaga keamanan serta penegakan hukum. 

"Ibu Kota menjadi milik semua, termasuk dalam pengelolaannya. Semangat permusyawaratan dan perwakilan harus dihidupkan kembali untuk bergotong royong membangun kota," ujarnya. 

Berikut adalah visi dan misi Anies-Sandi yang dibacakan di hadapan anggota DPRD:

Visi Pembangunan Jakarta lima tahun ke depan adalah Jakarta kota maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua.

Filosofi dari pernyataan visi ini adalah keberadaban, keadilan dan kesejahteraan. Keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua warga Jakarta menjadi fondasi penting dalam pembangunan. 

Tidak hanya pembangunan fisik seperti infrastruktur yang megah, serta penggunaan teknologi modern dalam kehidupan sehari-hari namun juga pembangunan manusia yang mencakup segala upaya perubahan positif, untuk memperbaiki kualitas pendidikan, kesehatan, rasa aman, kesejahteraan, dan kebahagiaan semua warga. 

Untuk memperkuat pelaksanaan visi tersebut, Anies-Sandi memiliki misi yaitu: 

Misi 1 yaitu menjadikan Jakarta kota yang aman, sehat, cerdas, berbudaya, dengan memperkuat nilai-nilai keluarga dan memberikan ruang kreativitas melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakkan dan memanusiakan.

Misi ini mengemban pesan bahwa kesehatan, pendidikan dan kebudayaan merupakan hal pertama yang perlu diperhatikan dalam pembangunan.

Kesehatan merupakan salah satu indikator pembangunan yang paling penting. Pentingnya cakupan program jaminan kesehatan menjadi salah satu kunci pemenuhan pelayanan kebutuhan dasar kesehatan yang adil dan berkualitas.

Jakarta yang pintar diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar dan menengah 12 tahun yang berkualitas. Penjangkauan anak-anak luar sekolah menjadi salah satu upaya untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal. 

Misi 2 yaitu menjadikan Jakarta kota yang memajukan kesejahteraan umum melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan keterjangkauan kebutuhan pokok, meningkatnya keadilan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan berbisnis, serta perbaikan pengelolaan tata ruang.

Misi ini sejalan dengan salah satu amanah pembangunan nasional yaitu, memajukan kesejahteraan umum, memastikan dampak pembangunan dirasakan semua golongan, serta memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta. 

Misi 3 yaitu menjadikan Jakarta tempat wahana aparatur negara yang berkarya, mengabdi, melayani, serta menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan warga, secara efektif, meritokratis dan berintegritas. 

Misi 4 yaitu menjadikan Jakarta kota yang lestari, dengan pembangunan dan tata kehidupan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial. Pembangunan berkelanjutan menjadi konsep utama dari misi  ini. 

Misi 5 yaitu menjadikan Jakarta ibukota yang dinamis sebagai simpul kemajuan Indonesia yang bercirikan keadilan, kebangsaan dan kebhinekaan. (ase)