Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 17:18 WIB
  • Pengakuan Pembuang Mayat di Kampung Rambutan

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Foe Peace Simbolon
Pengakuan Pembuang Mayat di Kampung Rambutan
Photo :
  • Foe Peace - VIVA.co.id
Polisi memeriksa mayat pria dalam karung di Terminal Kampung Rambutan.

VIVA – Badrun, pelaku pembunuhan sadis terhadap Imam Maulana, pria yang jasadnya dibuang di area Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, diduga memiliki hubungan percintaan sesama jenis dengan korban.

Bahkan, menurut pengakuan Badrun, hubungan asmara sesama jenis itu sudah berlangsung sejak lama. 

"Sudah lama itu, sudah lama. Lebih dari dua tahun," kata Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Kombes Pol Hendy F Kurniawan, Rabu 15 November 2017.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, mengatakan, Badrun membunuh Imam dipicu kecemburuannya karena korban menjalin hubungan asmara juga dengan seorang wanita asal Bandung, Jawa Barat.

Badrun menghabisi nyawa Imam pada Minggu, 12 November 2017 sekira pukul 00.00 WIB di Ruko Citra Grand Cibubur, Bekasi, Jawa Barat.

Di lokasi itu, korban dicekik, ditendang pada bagian kemaluannya, dibenturkan tengkuknya ke pinggir tangga lantai hingga tewas.

Usai tewas, korban dibungkus memakai plastik laundry, plastik tebal, kemudian karpet dan diikat dengan tali jemuran. Setidaknya, selama satu hari jasad Imam sengaja dibiarkan terbungkus di sana.

"Pelaku selanjutnya menyimpan mayat korban di sudut bagian tengah ruangan, ditutupi dengan baju-baju laundry," ujar Hendy F Kurniawan.

Lalu, Badrun membuang jasad Imam ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Mayat korban baru ditemukan Selasa sore, 14 November 2017.