Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 11:39 WIB
  • Ternyata 4PLAY Bukan Hotel Alexis yang Ganti Nama

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Ade Alfath
Ternyata 4PLAY Bukan Hotel Alexis yang Ganti Nama
Photo :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Hotel dan griya pijat Alexis

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI memastikan hotel dan griya pijat Alexis di Pademangan, Jakarta Utara, sudah berhenti beroperasi sejak izin usahanya tidak lagi diperpanjang. Dan tak berganti nama jadi 4PLAY.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Edy Junaedi,  4PLAY merupakan tempat karaoke dan live musik yang selama ini memang beroperasi di Hotel Alexis, dan izinnya masih berlaku. 

"Tidak benar (ganti nama). 4PLAY itu karaoke nya yang memang masih berlaku izinnya. Kalau hotel dan griya pijat (Alexis) kan sudah ditutup," kata Edy ketika dihubungi, Senin, 27 November 2017. 

Sejak perpanjangan izinnya ditolak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu, griya pijat dan hotel Alexis terus menjadi bahan pembicaraan masyarakat luas.

Salah satu isu yang muncul adalah Alexis mengganti namanya. Isu pergantian nama ini sempat dilontarkan oleh pemilik dari akun Facebook Fery Samuel Sitanggang.

"Dulu namanya Alexis, sekarang namanya 4Play... " tulis akun tersebut disertai dengan gambar bertuliskan 4PLAY di pintu parkir.

Saat VIVA mengecek ke lokasi, gambar tersebut memang ada di tempat seperti yang ditunjukkan akun tersebut. Namun tidak ada yang ingin menjawab apakah memang Alexis telah berganti nama. Petugas pengamanan setempat enggan memberikan konfirmasi terkait hal ini. 

Seorang pedagang kaki lima yang lapaknya hanya beberapa langkah dari gambar tersebut juga tidak tahu menahu mengenai kabar bahwa Alexis telah berganti nama.

"Wah kurang tahu saya, gambarnya kayanya sudah lama," kata pedagang itu, Sabtu 25 November 2017.

Menurut dia, setelah pemberitaan Alexis meluas, sangat sedikit orang yang masuk ke area hotel ini. Menurutnya saat ini lokasi selalu sepi pengunjung tidak seperti dahulu.

"Sekarang sih sepi, enggak kayak dulu. Ngaruh juga ke jualan," ujarnya.