Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 23:47 WIB
  • Tragis, Ayah Saksikan Anaknya Bakar Diri

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • antv/tvOne
Tragis, Ayah Saksikan Anaknya Bakar Diri
Photo :
  • VIVAnews/Tri Saputro
Ilustrasi/Pasien gangguan jiwa

VIVA – Yosep Mariano Syukur (18)  nekat menyiram tubuhnya dengan minyak tanah dan membakar diri. Seketika itu juga api membakar seluruh tubuhnya hingga warga Kelurahan Bangka Leda Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur ini tewas dengan kondisi tubuh hangus terbakar. Ngerinya lagi, aksi nekat Yoseph dilakukan di depan bapaknya.
 
Ditemui di rumah duka, ayah korban, Yohanes Uman menuturkan, aksi bakar diri ini terjadi Senin, 27 November 2017 kira-kira pukul 10.30 WITA. Dikatakan Uman, sebelum korban bunuh diri, ia dan anak bungsunya itu sempat makan satu meja setelah korban pulang mengantar ibunya yang mengajar di SDK Taga.
 
Setelah makan, lanjut Uman, ia masih melihat anaknya membersihkan rumah. Dan sekitar lima belas menit kemudian ia meminta diantarkan ke SDK Taga. Namun karena tak ada sahutan dari dalam rumah, ia pun mencari anaknya ke belakang rumah.
 
Betapa terkejutnya ia, karena melihat anaknya tengah mengguyurkan minyak tanah dari atas kepala lalu membakar dirinya. Melihat api mulai borkobar di tubuh anaknya, Yohanes Uman berusaha menolong. Namun korban justru lari melompati tembok setinggi 1,5 meter dengan posisi api masih menyala di tubuhnya. 
 
Mendengar teriakan minta tolong dari Yohanes, warga sekitar pun berlarian ke TKP, namun nyawa Yosep tidak tertolong. Mahasiswa putus kuliah itu meninggal di atas kali mati Ngali Leok.
 
“Setelah makan pagi dengan saya, saya lihat dia pergi ke belakang. Tak lama setelah itu saya panggil dia lagi untuk antarkan saya ke SDK Taga. Tapi karena tidak jawab, saya cari sampe belakang rumah.  Saat itulah saya lihat ia sedang menyiramkan minyak tanah lalu bakar diri,” tutur Yohanes Uman.
 
Yohanes Uman sendiri tidak habis pikir kenapa anaknya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara yang mengenaskan. Ia pun memastikan tak ada masalah antara ia dengan anaknya itu maupun orang-orang di rumahnya.
 
Polisi yang datang ke TKP pada pukul 10.50 WITA langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng untuk kepentingan visum et repertum. Sementara dari TKP polisi mengamankan jeriken ukuran 5 liter berisi setegah minyak tanah, korek api gas warna biru serta jaket switer warna putih milik korban.
 
Sumber kepolisian di TKP mengatakan, Yosep nekat bunuh diri akibat gangguan saraf yang dideritanya selama ini. DIkatkan pula bahwa korban selama ini memiliki gangguan di kepala, makanya tidak melanjutkan kuliahnya. Pernah melakukan pegobatan di rumah sakit Siloam Labuan Bajo, rumah sakit Yohanes Kupang dan diperiksa di Surabaya,” ujar oknum tersebut.

Kasus bunuh diri Yosep Mariano merupakan aksi bakar diri keempat yang terjadi di kota Ruteng selama tahun 2017. Tiga kasus bakar diri sebelumnya terjadi di Kelurahan Tenda. Ada pun empat korban bakar diri tersebut terdiri dari tiga orang pelajar dan satu mahasiswa. 

Laporan: Jo Kenaru/tvOne/NTT