Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 11:45 WIB
  • Anies-Sandi Pastikan TGUPP Bukan dari Tim Sukses

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Eduward Ambarita,
    • Ade Alfath
Anies-Sandi Pastikan TGUPP Bukan dari Tim Sukses
Photo :
  • ANTARA FOTO/Aprilio Akbar
Anies-Sandi Serahkan RAPBD 2018

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Anggota TGUPP tersebut nantinya akan berjumlah 73 orang.

"Sudah (tanda tangan) tadi malam," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu 29 November 2017.

Untuk siapa nama-nama yang akan mengisi jabatan tersebut, Anies menegaskan akan membuka rekrutmen tersendiri. Pihaknya memastikan seluruh anggota TGUPP nanti akan diangkat melalui Surat Pengangkatan.  

"Jadi nanti semuanya melalui proses yang benar dari mulai pengangkatannya tanggung jawab. Jadi semua yang kerja memiliki surat keputusan, punya kewajiban dan tanggung jawab yang jelas dan punya hak yang jelas. Nanti ada rekrutmennya," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sandiaga Uno menegaskan, jumlah anggota TGUPP dipastikan tidak akan berubah, meskipun sebelumnya sempat dikritik dan dibahas dalam Badan Anggaran (Banggar).

"Jumlahnya sesuai dengan rencana kita. Dan oleh karena itu prosesnya bisa jalan di DPRD," kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Rabu 29 November 2017.

Sandiaga mengatakan, dasar penetapan komposisi TGUPP ialah Pergub yang baru saja diteken Gubernur Anies Baswedan. Aturan itu menggantikan Pergub sebelumnya nomor 411 tentang TGUPP mengatur jumlah anggota tim gubernur tidak lebih dari 15 orang. "Karena Pergub-nya sudah diperbaharui dari Pergub sebelumnya," ujarnya.

Meski nama-nama anggota TGUPP belum ditentukan, Sandi menegaskan bahwa anggota tim gubernur tidak akan diisi tim kampanye, melainkan kalangan profesional sesuai kapasitas yang diperlukan.

"Kita akan betul-betul put the right man at the right place. Profesional terbaik di bidang- bidangnya," kata Sandi.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Saifullah mengatakan, 73 anggota TGUPP itu merupakan peleburan dari TGUPP yang dulunya di tingkat walikota, ditarik ke tingkat provinsi.

"Karena kita otonomi, tingkat 1 sehingga di tingkat kota tidak ada lagi tim percepatan pembangunan untuk para wali kota jadi semua ditarik ke provinsi personalnya sedang digodok, mudah-mudahnan dateng dari profesional," kata Saifullah.

TGUPP pertama kali dibentuk pada  zaman Gubernur Joko Widodo. Mereka bertugas memberikan saran dan masukan terkait kebijakan Pemprov DKI yang sifatnya stategis terutama untuk program-program prioritas. (mus)