Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 15:38 WIB
  • Masuk Bursa Cawapres, Anies: Saya Fokus Urus Banjir Jakarta

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Anwar Sadat
Masuk Bursa Cawapres, Anies: Saya Fokus Urus Banjir Jakarta
Photo :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalisotussurur
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

VIVA – Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan masuk dalam radar calon wakil presiden di Pemilu 2019 mendatang. Hal itu lantaran dia tengah memiliki tingkat keterpilihan yang cukup tinggi berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga. 

Terkait hal tersebut, Anies tidak mempedulikannya. Anies mengaku sedang fokus menjalankan tugasnya sebagai gubernur DKI dan tidak ada niat untuk maju menjadi calon presiden ataupun calon wakil presiden.  "Sekarang baru mulai di Jakarta. Kami jalani (mengabdi di Jakarta)," kata Anies di Balai Kota DKI, Selasa, 5 Desember 2017.

Saat ini, Anies mengatakan, ingin mengurus Ibu Kota seperti yang telah diamanahkan warga Jakarta kepadanya. Ia juga tengah memutar otak untuk memperbaiki segala permasalahan yang ada di Jakarta sesuai keinginan warga. "Sekarang saya lagi fokus soal antisipasi banjir, masalah keluhan warga. Sekarang saya fokus di situ," kata Anies.

Nama Anies muncul dalam beberapa survei, di antaranya survei dari Indo Barometer. Pada 3 Desember 2017, lembaga survei ini merilis sejumlah nama yang memiliki elektabilitas tinggi sebagai calon presiden, yaitu Joko Widodo mendapat 44,9 persen, Prabowo 13,6 persen, Anies Baswedan 4,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,3 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen, dan Jusuf Kalla 1 persen.

Sementara pada 22 Oktober 2017, dalam paparan Lembaga Riset dan Survei Politik Roda Tiga Konsultan, nama Anies bersanding dengan Joko Widodo, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Rhoma Irama, Agus Harimurti Yudhoyono. Survei yang digelar di 34 Provinsi dengan 2.600 responden, tingkat popularitas Gubernur DKI yang baru menjabat  itu ada pada posisi ke enam. 

Meski tingkat keterpilihan atau elektabilitas Anies masih rendah, namun ketika pertanyaan terbuka diajukan untuk calon wakil presiden, nama mantan Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berada di sekitar 4,2 persen. (mus)