Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 23:32 WIB
  • Terungkap, Biang Kaca Kiri Fortuner Novanto Pecah

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Foe Peace Simbolon
Terungkap, Biang Kaca Kiri Fortuner Novanto Pecah
Photo :
  • VIVA/Foe Peace Meyel
Mobil Fortuner yang ditumpangi Setya Novanto saat mengalami kecelakaan tunggal pada Kamis petang, 16 November 2017.

VIVA – Kaca mobil belakang sebelah kiri Toyota Fortuner yang ditumpangi Ketua DPR, Setya Novanto, ternyata pecah diduga akibat terbentur tangan Novanto yang menggunakan jam tangan. Kaca sebelah kiri mobil tersebut pecah, begitu pintu mobil dibuka oleh ajudan Novanto, Reza.

Bagian kanan mobil sempat menabrak pohon, sebelum akhirnya menabrak tiang penerangan jalan umum. Namun, bukan kaca bagian kanan yang pecah, kaca mobil yang kecah malah pada bagian kiri yang tidak menabrak apapun.

"Di kaca dengan menggunakan jam. Kemudian ,dia tak sadarkan diri lagi. Setelah itu keterangan saksi dari Reza, dia keluar kemudian membuka jatuh lah kacanya setelah dibuka Pak Reza. Jadi enggak otomatis langsung pecah kacanya waktu tabrakan. Itu dipaksa sama Reza," tutur Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 6 Desember 2017.

Akibat menabrak tiang penerangan jalan umum, bagian depan mobil mengalami penyok dengan kedalaman sekitar 15 cm. Halim menuturkan, dari gelar perkara dapat disimpulkan kejadian yang menimpa Novanto itu benar-benar kecelakaan yang tidak direkayasa.

"Berdasarkan keterangan saksi, keterangan tersangka, kemudian olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), hasil dari keterangan APM (Agen Pemegang Merk) kemudian visum, itu kami nyatakan murni kecelakaan lalu lintas," katanya.

Novanto mengalami kecelakaan lalu lintas saat berkendara bersama ajudannya menuju studio salah satu stasiun televisi swasta di wilayah Jakarta Barat, Kamis malam, 16 November 2017.
Akibat kecelakaan itu, Novanto yang juga tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP sempat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Selanjutnya dipindahkan ke tahanan KPK, Minggu malam 19 November 2017.