Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 Juli 2009 | 12:56 WIB
  • BPOM: Styrofoam Aman Bagi Kesehatan

  • Oleh
    • Antique,
    • Elly Setyo Rini
BPOM: Styrofoam Aman Bagi Kesehatan
Photo :
  • VivaNews/ Ahmad Rizaludin
Kepala BPOM Husniah Rubiana

VIVAnews - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melansir kemasan makanan dan minuman yang terbuat dari styrofoam (foamed polystyrene atau expandable polystyrene/EPS) aman untuk kesehatan. Berdasarkan pengujian terhadap 17 jenis styrofoam yang disampling BPOM, semuanya dinyatakan memenuhi syarat keamanan untuk digunakan.

"Menurut JECFA-FAO/WHO, sepanjang residunya tidak melebihi lima ribu ppm maka monomer stiren tidak mengakibatkan gangguan kesehatan," kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib dalam Public Warning tentang Kemasan Makanan "Styrofoam" di kantor Percetakan Negara Jakarta, Selasa, 14 Juli 2009.

Residu monomer stiren yang tidak ikut bereaksi, menurutnya, dapat terlepas ke dalam makanan yang berminyak atau berlemak atau mengandung alkohol, terlebih dalam keadaan panas.

BPOM sempat melakukan pengujian pada binatang percobaan, residu sterin melebihi lima ribu ppm akan menyebabkan kanker. "Tapi tidak cukup bukti untuk menyatakan di manusia," kata dia.

Batas lima ribu ppm menurut Husniah, cukup tinggi ketimbang hasil pengujian pada 17 produk kemasan styrofoam yang residunya ada pada kisaran 10 hingga 43 ppm.

Dia menuturkan, sejauh ini tidak ada satu negara pun di dunia yang melarang penggunaan styrofoam dengan dasar pertimbangan kesehatan. "Tapi kebijakan pelarangan di sejumlah negara terkait masalah pencemaran lingkungan ada. Sebab, baru hilang 500 tahun dan bisa terurai," kata Husniah.

Sebanyak 17 sampel seperti gelas, mangkok, kotak segi empat, lunch box, dan piring, yang terbuat dari styrofoam dinyatakan aman untuk kesehatan. Sampel dilakukan, termasuk kepada beberapa kemasan produk bermerek, seperti POP Mie, NISSIN Newdles, Bowl Noodle Soup, dan NISSIN Yakisoba.

"Walau digunakan untuk makanan berlemak dan berminyak tapi jika residu stirennya tidak terlepas, maka tidak akan masalah," ujar Husniah.

Meski aman digunakan, BPOM menghimbau masyarakat untuk berhati-hati menggunakan styrofoam dengan memperhatikan logo segitiga dengan kode 6 dan PS.

Husniah juga menghimbau, jangan gunakan kemasan styrofoam dalam microwave dan bila kemasannya dalam kondisi rusak atau berubah bentuk untuk mewadahi makanan berminyak atau berlemak. "Apalagi dalam keadaan panas," ujarnya.


antique.putra@vivanews.com