Kebaktian di Sabuga Bandung Ditolak Sekelompok Orang

Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja di Minggiran, Plawikan, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fajar Sodiq

VIVA.co.id – Sejumlah orang yang mengatasnamakan Pembela Ahlus Sunnah (PAS) menolak kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sabuga Jalan Taman Sari, Kota, Bandung Selasa sore, 6 Desember 2016. Dalam aksinya, massa menolak adanya Kegiatan Kebangunan Rohani (KKR).

5 Cara Ajarkan Anak Toleransi dan Hargai Perbedaan

Hingga malam ini, polisi masih berjaga di Sabuga, Bandung setelah siang hinga petang sekitar kurang lebih 50 orang dari kelompok PAS melakukan aksi di depan pintu utama masuk Gedung Sabuga. 

Saat anggota PAS datang, di dalam Gedung Sabuga sedang berlangsung kegiatan kebaktian Natal se-Jawa Barat. Massa PAS dalam aksinya menolak KKR, karena sebagian rangkaian ibadat umat Kristen itu dinilai mengalihfungsikan fasilitas umum digunakan untuk ibadat tanpa adanya izin terlebih dahulu. 

Lintas Agama Minta Tokoh Politik Jangan Perkeruh Suasana

Langkah ini dikhawatirkan akan meresahkan umat beragama lain.

Kegiatan kebaktian yang mestinya sampai jam 18.00, dipercepat hingga 15.00 dan umat Kristiani yang di luar kota sudah tidak diperbolehkan masuk lagi. Kelompok itu dilaporkan menghadang bus-bus yang akan masuk. Koordinator aksi dan panitia penyelenggara sempat beberapa kali melakukan audiensi, yang intinya tidak boleh melakukan kegiatan lagi di dalam gedung.

Dewan Masjid Akan Cegah Pembongkaran Menara Masjid Al-Aqsha

Massa PAS mengatakan tidak akan bubar sebelum umat Kristiani dan panitia KKR meninggalkan tempat. Hingga kelompok ini membubarkan diri sekitar pukul 22.00, ratusan kepolisian melakukan pengawalan ketat. Akibat adanya aksi ini, Jalan Taman Sari macet. (ase)

tvOne/Bandung/Jawa Barat/Jhon Hendra
 

Ilustrasi/siswa Sekolah Dasar.

5 Ikhtiar Serikat Guru demi Cegah Radikalisme di Sekolah

Guru seharusnya mempromosikan toleransi.

img_title
VIVA.co.id
21 Mei 2018