Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 21 April 2017 | 17:50 WIB
  • Calon Jemaah Umrah First Travel Protes Ditagih Biaya Lebih

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Calon Jemaah Umrah First Travel Protes Ditagih Biaya Lebih
Photo :
  • VIVA/Zahrul Darmawan
Kantor Biro Perjalanan Umrah First Travel di kawasan Radar Auri Depok.

VIVA.co.id – Sejumlah calon jemaah umrah mendatangi kantor First Travel Building, di Jalan Radar Auri, Cimanggis Depok, Jawa Barat. Mereka protes dengan penambahan biaya yang dinilai dilakukan secara sepihak.

Akibatnya, beberapa dari calon jemaah pun memilih menarik berkas pemberangkatan. "Iya katanya ada penambahan Rp2,5 juta. Ini banyak yang protes di dalam," kata salah satu calon jemaah yang enggan disebutkan namanya saat ditemui VIVA.co.id, Jumat 21 April 2017.

Menurutnya, protes yang disampaikan calon jemaah karena ada syarat tambahan untuk berangkat harus menambah uang sejumlah Rp2,5 juta. Semula, biaya umrah yang ditawarkan Rp15 juta per orang. Calon jemaah ada sudah membayar tunai dan mencicil.

Penasaran dengan hal tersebut, VIVA.co.id pun mencoba menggali informasi ke dalam kantor. Ternyata, di dalam kantor tersebut terlihat puluhan calon jemaah berkerumun di bagian informasi.

Staf bagian informasi kemudian mengarahkan para calon jemaah arahkan ke kantor pusat, di kawasan Jalan Simatupang, Kav No 89G, Jakarta Selatan. Hal senada pun diungkapkan oleh pihak keamanan travel tersebut saat dikonfirmasi. "Jika ingin penjelasan silahkan ke sana saja mas. Di sini cuma urusan berkas-berkas," katanya singkat.

Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama sebelumnya sudah memanggil pihak First Travel terkait penundaan pemberangkatan terhadap 270 jemaah beribadah umrah. Pemanggilan First Travel sudah dilakukan Selasa, 18 April 2017, dan diterima Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis.

Pemanggilan First Travel untuk mengklarifikasi isu berkembang di lapangan, terutama terkait adanya sekitar 270 jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya. (ren)