Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 17 Mei 2017 | 19:14 WIB
  • Pengelolaan Museum di Indonesia Diminta Tiru Singapura

  • Oleh
    • Hardani Triyoga
Pengelolaan Museum di Indonesia Diminta Tiru Singapura
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Ilustrasi 239 Tahun Museum Nasional

VIVA.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat Indonesia memiliki 500 museum yang dikelola pemerintah atau swasta. Namun, kondisi ratusan museum tersebut berbeda karena belum ada sinergi yang tepat dalam pengelolaan.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Harry Widianto, menekankan masih diperlukan peningkatan sinergi dalam pengelolaan museum. Negara lain yang memiliki pengelolaan museum baik adalah Singapura.

"Saat ini perlu sinergi agar pengelolaan museum lebih baik. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau SDM para pengelola museum," kata Harry kepada VIVA.co.id, Rabu, 17 Mei 2017.

Dijelaskan dia, dalam meningkatkan SDM pengelolaan museum bisa dilakukan dengan sertifikasi terhadap kurator atau petugas yang mengurusi koleksi museum. Hal ini dengan sudah dialokasikan anggaran sertfikasi oleh pemerintah untuk para kurator. Sertifikasi ini akan dilakukan secara bertahap karena tak bisa serentak.

"Sampai akhir tahun ini, ada 180 kurator untuk mengikuti sertifikasi, meski belum bisa semuanya," ujar Harry.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana mengatakan, manajemen pengelolaan museum merupakan salah satu yang menjadi perhatian. Pasalnya, hal ini menjadi pengembangan ke depan terhadap museum di Indonesia. Poin ini yang menjadi catatan dalam pertemuan nasional museum se-Indonesia 2017.

Sebagai contoh, kata dia, Singapura layak ditiru dalam pengelolaan manajemen museum. Memang dari segi jumlah, Singapura masih sedikit koleksi. Namun, dari segi pengelolaan, Singapura mengalami perkembangan seperti di Eropa.

"Masalah packaging dan marketing yang bagus. Di Indonesia perlu meningkatkan SDM'nya, packaging dan manajemennya. Termasuk manajemen keamanan juga harus ditingkatkan seperti Singapura," jelas Putu.

Kemudian, ia memberikan catatan karena belum seluruh provinsi memiliki Asosiasi Museum Indonesia Daerah. Diharapkan ke depan hal ini sudah bisa teratasi. Untuk beberapa daerah menurutnya sudah memiliki pengelolaan museum lebih baik.

"Yogyakarta, Bali, dan Jakarta jadi inspirator pengelolaan museum. Tiga daerah itu baik dalam pengelolaan museum," tuturnya.

Data dan anggaran pengelolaan

Komisi X DPR juga merekomendasikan agar Kemendikbud bersinergi dengan Kementerian Pariwisata terutama masalah anggaran. Hal ini penting karena museum menjadi destinasi bagi wisatawan dalam negeri dan mancanegara.

"Ini harus segera dilakukan karena museum jadi destinasi wisata," tutur Wakil Ketua Komisi X DPR, Ferdiansyah.

Kemudian, cacatan lain agar Kemendikbud bisa membenahi perbaikan data dan informasi lembaga museum terhadap masyarakat. Ia mengkritisi mencari data lembaga permuseuman di internet dan Badan Pusat Statistik (BPS) cukup sulit. Apalagi mengingat pentingnya data museum yang terawat dan tidak terawat.

"Ini diharapkan menjadi perhatian dari direktirat. Kami justru menemukan data tahun 2016 dari AMI bahwa ada 428 museum. Tapi, kami belum bisa klasifikasi mana museum yang terawat, setengah terawat, dan tidak terawat," tuturnya.