Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 18 Mei 2017 | 19:34 WIB
  • Jelang Ramadan, VIVA Group Gelar Diskusi dengan KPI

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari
Jelang Ramadan, VIVA Group Gelar Diskusi dengan KPI
Photo :
  • VIVA.co.id/ Syahrul Ansyari.
Diskusi KPI dengan ANTV, tvOne, dan VIVA.co.id

VIVA.co.id - Komisi Penyiaran Indonesia memberikan coaching clinic pada media yang tergabung dalam VIVA Group yakni ANTV, tvOne, dan VIVA.co.id jelang bulan Ramadan tahun 2017 ini. Acara digelar di meeting room, kantor ANTV di Komplek Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Mei 2017.

Kegiatan tersebut berisi paparan dari dua pejabat KPI yaitu Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Hardly Stefano dan Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran Nuning Rudiyah. Setelah itu, diskusi hangat pun berlangsung.

Chief News, CA, & Sports Officer ANTV, Reva Deddy Utama, yang mewakili ketiga media VIVA Group menyampaikan bahwa pihaknya memang sengaja merancang acara tersebut, dan mengundang KPI untuk memberikan coaching clinic dan berdiskusi. Tujuannya agar dalam bekerja baik ANTV, tvOne maupun VIVA.co.id tetap dalam koridor aturan hukum dan norma sosial yang berlaku di masyarakat.

"Dengan arahan KPI, kita bisa menjaga mutu program kita. Ujungnya kita ingin program kita mencerminkan adanya informasi yang juga mendidik masyarakat," kata Reva saat membuka acara.

Saat Ramadan nanti, lanjut Reva, ANTV memiliki program hiburan yang akan tayang jelang Sahur dan Magrib yaitu Pesbukers. Sementara, untuk tvOne antara lain ada game show Family 100 yang tayang pada sore hari, program sahur, dan Damai Indonesiaku.

"Untuk VIVA.co.id dan tentu dari (teman-teman redaksi news), salah satu program di bulan Ramadan adalah info mudik. Mudah-mudahan menjadi program yang informatif. Bagaimana batasan-batasannya yang bisa diminta penjelasan dari KPI karena mudik kemarin terjadi kekacauan-kekacauan," tuturnya.

Sementara itu, Hardly Stefano mengaku senang dengan dialog bersama media yang tergabung dalam VIVA Group. Dia mengaku sudah tiga kali berdiskusi di ANTV dan sekali di tvOne.

"Kalau bisa sedikit atau tidak perlu ada teguran. Oleh karena itu, kita saling kerjasama untuk mencegah supaya tidak ada benturan selama bulan Ramadan," kata Hardly dalam forum tersebut.

Dia mencatat, selama Ramadan tahun lalu, VIVA Group bersih dari teguran. Dan dia berharap capaian itu terus dipertahankan.

Dari sisi program, salah satu yang menjadi perhatian masyarakat adalah Pesbukers. Meski demikian, Hardly berharap program itu tetap menjadi andalan sekaligus menghormati bulan Ramadan tahun ini.

"Paling khusus teman-teman Pesbukers bagaimana agar jadi contoh. Bercanda dalam batasan. Bercanda boleh, tapi jangan melecehkan, sehingga membuat publik menyorot negatif," tuturnya.

Sedangkan Nuning Rudiyah menyoroti apa-apa saja yang menyebabkan institusinya mengeluarkan teguran-teguran pada stasiun televisi pada Ramadan tahun lalu. Misalnya goyangan dan tarian erotis, bercanda jorok, dan bercanda yang mencontohkan kekerasan.

Kedua adalah dakwah. Dia berharap materinya bisa benar-benar diperhatikan yakni tidak memuat hal-hal berbau seksual secara vulgar atau ceramah yang menyinggung soal politik.

"Ramadan bicara ibadah. Bagaimana kita menghormati umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa," kata Nuning.

Nuning juga mengimbau stasiun televisi menghindari program atau acara yang bisa membatalkan orang berpuasa. Meskipun demikian, bukan berarti tidak boleh menayangkan berita yang berisi soal makanan.

"Tapi lebih ke pakaian, perkataan yang ditampilkan," kata dia.

Nuning melanjutkan saat Ramadan konsumsi justru naik. Situasi tersebut mengundang pengiklan untuk masuk sehingga perlu diatur secara baik. Kemudian dari sisi berita, dia meminta tidak ada yang menampilkan kasus-kasus asusila secara lengkap dan detail.

"Bicara Ramadan adalah bicara bagaimana menjaga suasana ibadah. Ini merupakan bagian kewajiban kita bersama, menjadi media informasi, dan mendidik. Memberikan hiburn yang sehat dan religius," tutur dia.