Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 20 Mei 2017 | 08:12 WIB
  • 187 Penumpang KM Mutiara Sentosa Sudah Dievakuasi

  • Oleh
    • Beno Junianto
187 Penumpang KM Mutiara Sentosa Sudah Dievakuasi
Photo :
  • VIVAnews/Boby Andalan
Kapal terbakar

VIVA.co.id – 187 orang penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 1, dengan rute pelayaran Surabaya - Balikpapan, yang terbakar pada Jumat 19 Mei 2017, pukul 16.00 WIB di perairan Masalembu, Jawa Timur, berhasil dievakuasi dengan selamat.

"Hingga saat ini, 187 orang penumpang, termasuk ABK (Anak Buah Kapal) telah dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Bagi para penumpang terluka yang telah dievakuasi, dirujuk ke  Puskesmas Masalembu dan yang tidak mengalami luka ditempatkan di terminal penumpang Masalembu," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono di Jakarta, Sabtu 20 Mei 2017.

Dalam proses evakuasi penumpang kapal KM. Mutiara Sentosa 1, dikerahkan Kapal Patroli PLP, UPP Masalembo, kapal Basarnas dari Surabaya dan Lantamal V. Selain itu, MV Meratus Makassar yang berada sekitar delapan mil dari lokasi kejadian, juga membantu evakuasi penumpang.

Tonny menambahkan, selain kapal-kapal tersebut, kapal KMP Dharma Kartika 9, kapal Tug Boat Asmarina 9, dan kapal Tongkang Asmarina 12, juga delapan kapal nelayan turut membantu evakuasi para penumpang KM. Mutiara Sentosa 1.

"Saat itu, tinggi gelombang sekitar 1 - 1,5 meter, sehingga memerlukan waktu untuk mengevakuasi para penumpang kapal," kata Tonny.

Lebih lanjut, Tonny menyebutkan, proses evakuasi penumpang hanya dapat dilakukan melalui bagian belakang kapal karena bagian depan kapal yang mengalami kebakaran.

Adapun penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 1 yang telah berhasil dievakuasi menuturkan bahwa kebakaran terjadi di car deck dan sprinkler air berfungsi baik, namun tidak mampu memadamkan api, sehingga api semakin membesar dan memaksa Nakhoda meminta para penumpang untuk meninggalkan kapal.

Saat ini, kapal KM Mutiara Sentosa 1 dikandaskan pada lokasi dangkal pada pukul 23.00 WIB semalam dan kapal telah ditinggalkan oleh kru kapal.

Selanjutnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membuat Maklumat Pelayaran ke stasiun radio pantai untuk disebarkan ke instansi terkait dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan terhadap para penumpang kapal KM Mustika Sentosa 1.

Dengan adanya kejadian ini, Tonny menyatakan keprihatinannya, karena masih terulangnya kejadian terbakar kapal penumpang di perairan Indonesia.

Berbagai upaya dalam peningkatan keselamatan pelayaran telah dilakukan, seperti melakukan uji petik kelaiklautan kapal oleh tim marine inspector Ditjen Hubla yang dilakukan secara berkala, terutama menjelang angkutan laut Lebaran yang dimulai dari tanggal 17 April sampai dengan 30 Juni 2017.

Ia berharap, agar faktor keselamatan pelayaran harus benar-benar dilaksanakan oleh semua pihak baik regulator, operator maupun pengguna jasa transportasi laut.

"Kejadian terbakarnya kapal KM. Mutiara Sentosa 1 tersebut, menandakan belum sepenuhnya pelaksanaan aturan keselamatan pelayaran dijalankan dengan sungguh-sungguh. Kami selaku regulator telah mengeluarkan aturan-aturan keselamatan dan semestinya menjadi tanggung jawab bersama di dalam pelaksanaan dan penegakan aturan tersebut oleh operator maupun masyarakat pengguna jasa," ujar Tonny.

Ke depan, Tonny akan memperketat dan mengevaluasi aturan-aturan keselamatan pelayaran, serta melakukan law enforcement yang tegas.

Untuk itu, ia menginstruksikan kepada jajarannya, agar menindak pelanggaran atas kelalaian terhadap keselamatan pelayaran tanpa kompromi.

Sebelumnya, seperti yang dilaporkan, kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran Surabaya itu terbakar pada posisi 05.33.845 S dan 114.31.271E sekitar 3 mil Timur Laut Pulau Masalembu.

Kapal KM Mutiara Sentosa 1 dengan berat GT. 12.365 memiliki panjang 134 m dan lebar 21 m, merupakan jenis kapal penumpang berbendera Indonesia, dengan IMO number 8718471 yang dinakhodai oleh Eddy Sarwoto.

Kapal berangkat dari Surabaya pada Kamis (18/5) pukul 23.41 WIB, dengan tujuan Balikpapan dengan Anak Buah Kapal berjumlah 37 orang dan 80 unit kendaraan yang terdiri dari sepeda motor (2 unit), mobil kecil (21), truk sedang (10) dan truk besar (47).

Adapun pagi ini, Syahbandar Tanjung Perak Surabaya kembali berkoordinir dengan pihak terkait untuk melanjutkan proses evakuasi para penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 1 dan
Kepala SAR Nasional wilayah Jawa Timur, akan ke lokasi untuk memastikan jumlah korban yang selamat.

Terkait dengan penyebab terbakarnya KM Mutiara Sentosa 1, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berangkat menuju lokasi kejadian untuk melakukan investigasi awal penyebab terbakarnya KM. Mutiara Sentosa 1 di perairan Masalembu, Jawa Timur. (asp)