Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 20 Mei 2017 | 15:04 WIB
  • Sumber Api KM Mutiara Sentosa I Diduga dari Truk Penumpang

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Sumber Api KM Mutiara Sentosa I Diduga dari Truk Penumpang
Photo :
  • Viva.co.id/Nur Faishal
Petugas Basarnas perlihatkan kondisi Kapal Mutiara Sentosa 1 yang terbakar.

VIVA.co.id – Pihak Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menimpa Kapal Motor Mutiara Sentosa I di Perairan Masalembu, Madura, Jawa Timur. Dugaan sementara, percikan api di sebuah truk yang menumpang di kapal nahas itu jadi sumber kebakaran.

Kepala Bidang Bidang Penjagaan Patroli dan Penyidikan Kesyahbandaran Tanjung Perak Edi Sumarsono menjelaskan, saat berangkat KM Mutiara Sentosa I dalam kondisi layak jalan. Karena itu, kapal pun berangkat pada Kamis malam, 18 Mei 2017.

"Kapal diuji petik (uji kelayakan) terakhir sebelum berangkat," katanya kepada wartawan di Posko SAR Klas A Surabaya Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 20 Mei 2017. "Hasil uji petik, kapal layak jalan."

Dugaan sementara, lanjut Edi, api berasal dari percikan bara dari sebuah truk yang menumpang di kapal tersebut. Saat kejadian, truk itu diduga menyalakan mesin. "Tapi kami menyelidikan lebih dalam guna mengetahui penyebab pastinya," tandasnya.

Edi menjelaskan, sebanyak 186 penumpang KM Mutiara Sentosa I yang selamat dibawa ke Surabaya menggunakan KM Dharma Kartika. Dia tidak menjelaskan apakah jumlah itu termasuk 91 orang yang dievakuasi ke Pulau Masalembu. "Jumlah itu (186 orang) belum termasuk lima korban meninggal," ucapnya.

Komandan Tim Pencarian Badan SAR Surabaya Octaviano Delima Riajanetra mengatakan, hingga saat ini KM Mutiara Sentosa I dalam kondisi terbakar di perairan dangkal di dekat Pulau Masalembu. Tetapi penumpang sudah tidak ada di dalam kapal. "Kapal belum tenggelam," ujarnya.

KM Mutiara Sentosa 1 rute Surabaya-Balikpapan itu melepas jangkar dan berangkat dari Surabaya pada Kamis malam 18 Mei 2017. Data sementara, jumlah penumpang kapal, termasuk anak buah kapal, sebanyak 187 orang. Pihak berwenang masih melakukan pendataan secara pasti.

Kapal mengalami kebakaran sesampai di Perairan Masalembu pada Jumat siang, 19 Mei 2017. Beruntung, ada kapal yang tengah berlayar di dekat kapal terbakar sehingga banyak korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Laporan sementara, baru lima korban yang ditemukan meninggal dunia.