Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 14:09 WIB
  • Sikap Istana Soal Isu Jenderal di Balik Penyiraman Novel

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Agus Rahmat
Sikap Istana Soal Isu Jenderal di Balik Penyiraman Novel
Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Kapolri (kiri) berbincang dengan SesKab Pramono Anung (kanan).

VIVA.co.id - Istana masih diam menyikapi tuduhan penyidik KPK, Novel Baswedan, terkait ada peran jenderal polisi dalam kasus penyiraman air keras awal April 2017 yang menimpanya.

Novel kini masih dirawat di Singapura. Karena kedua matanya terkena air keras usai sholat subuh di masjid dekat rumahnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Majalah Time, Novel menyebutkan ada peran jenderal itu. Sekretaris Kabinet Pramono Anung memilih untuk tidak berkomentar terkait pernyataan Novel itu.

"Enggak tahu," kata Pramono mengelak, saat dimintai tanggapannya di Istana Negara, Jakarta, Kamis 15 Juni 2017.

Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, juga enggan mengomentari pernyataan Novel itu. "Itu bukan tugas saya, tanya juru bicara (Jubir Presiden Johan Budi)," kata Teten.

Sementara itu, Johan Budi yang dihubungi melalui pesan singkat, juga belum mau memberikan penjelasan terkait tuduhan Novel itu.

"Tanya Polri," kata Johan.

Sebelumnya, Novel Baswedan mengungkapkan keheranannya terhadap proses penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpanya.

"Saya sebenarnya telah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian, level tinggi dari jajaran kepolisian, terlibat (dalam kasus penyiraman air keras). Awalnya, saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar," ujar Novel Baswedan seperti dikutip di media internasional Time.com, Selasa, 13 Juni 2017.