Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 16:36 WIB
  • Melintasi Tol Salatiga Serasa Jalan-jalan di Swiss

  • Oleh
    • Siti Ruqoyah,
    • Bayu Nugraha
Melintasi Tol Salatiga Serasa Jalan-jalan di Swiss
Photo :
  • VIVA.co.id / Bayu Nugraha
Gerbang Tol Salatiga

VIVA.co.id – Tol Semarang-Solo saat ini masih dalam proyek pembangunan. Tol yang dibagi dalam lima seksi ini sudah ada yang mulai beroperasi dan ada yang masih tahap pembangunan. Salah satu seksi yang sudah tahap akhir adalah tol Bawen-Salatiga.

Dalam pantauan VIVA.co.id, ada satu hal menarik di ruas tol Bawen-Salatiga, tepatnya di gerbang tol Salatiga. Gerbang tol yang terdiri dari delapan pintu ini menampilkan pemandangan cukup memanjakan mata. Saat para pengendara masuk dan keluar pintu tol Salatiga ini, para pengendara akan melihat dua gunung yaitu gunung Merbabu dan gunung Merapi.

Pemandangan menyejukan di Tol Salatiga

(Pemandangan menyejukan di tol Salatiga. VIVA.co.id / Bayu Nugraha)

Saat meninjau lokasi tol Bawen-Salatiga, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Pol Royke Lumowa, mengaku kagum dengan pemandangan tersebut. Bahkan ia menyebut pemandangan dua gunung di Tol Salatiga tidak kalah dengan di negara Swiss.

"Tadi kita melewati tol fungsional Salatiga tepatnya di Tingkir yang katanya gate-nya tidak kalah dengan di Swiss. Dengan pemandangan gunung tapi tadi ada awan tertutup sehingga gunung Merapi dan Merbabu tak terlihat," kata Royke di kantor Jasa Marga Semarang, Kamis 15 Juni 2017.

Rencananya, kata Royke, jalan fungsional itu sejauh sekitar 17 kilometer itu dapat menghindari kota Salatiga dan juga penggal jalan Bawen.

"Itu sangat membantu untuk mengurai kemacetan di kota Salatiga. Tol ini kalau sudah nyambung sampai Solo kalau akhir tahun ini luar biasa. Jadi saya kalau dari Jakarta ke Surabaya nanti nyambung itu tahun depan," ujarnya.

Ia pun menuturkan, sebelum ada jalan tol tersebut, kemacetan terjadi di daerah Bawen. Maka dari itu, dengan adanya tol tersebut dapat mengurai kemacetan saat musim mudik lebaran.

"Itu jalan nanti satu arah untuk lebaran golongan satu. Untuk arus mudik ke arah Solo. Dibuka tanggal 19 juni. Tapi jalan tol Bawen sudah operasional dua arah," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambah ruas tol Salatiga masih sebatas operasional walaupun dari segi konstruksi sudah selesai.

"Ini masih operasional dan uji coba. Di sini juga ada rest area yang luasnya sekitar dua hektare bisa memuat 150 mobil golongan satu," katanya.

Direktur Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng, Ali Zainal Abidin mengatakan, delapan gerbang tol Salatiga nantinya akan dibuka hanya empat gerbang saat mudik lebaran.

"Ada delapan gerbang. Empat masuk dan empat keluar. Tapi untuk mudik hanya dibuka empat gerbang arah Solo," katanya.

Uji Kelayakan

Belum dioperasionalkan tol tersebut, katanya, bukan karena sarana dan prasarana belum mencukupi. Menurutnya, tol Salatiga hanya tinggal menunggu uji kelayakan.

"Rambu semua sudah terpasang dan jalanan suda teraspal semua. Tapi kan tol itu harus uji kelayakan dan tentukan tarif. Mudah-mudahan bulan Juli sehabis lebaran sudah operasi penuh," ujarnya.

Dari pantauan VIVA.co.id, sepanjang jalan tol Bawen-Salatiga memang sudah cukup bagus. Jalanan pun sudah teraspal dan semua marka jalan sudah terpasang. Bahkan rest area sudah jadi.

Tak hanya pemandangan dua gunung di pintu gerbang tol Salatiga yang indah. Sepanjang jalan kita akan dimanjakan dengan bukit-bukit hijau dan pepohonan yang membuat sejuk udara. Jalan tol Bawen-Salatiga pun memiliki kontur jalan layaknya tol Cipularang karena jalan tersebut diantara bukit-bukit. (ren)