Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 16 Juni 2017 | 06:05 WIB
  • Pemuda Muhammadiyah: Kasus Novel Kejahatan Luar Biasa

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Edwin Firdaus
Pemuda Muhammadiyah: Kasus Novel Kejahatan Luar Biasa
Photo :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Penyidik KPK Novel Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke RS JEC

VIVA.co.id - Sudah 65 hari sejak penyidik KPK, Novel Baswedan diteror oleh orang tak dikenal, Polda Metro Jaya belum juga dapat mengungkap siapa pelaku dan otak di belakang kasus ini.  

Hal itu memancing kecurigaan sejumlah pihak, lantaran untuk kasus teror ini, polisi terkesan kesulitan atau lama dalam membongkarnya. Apalagi sebelumnya muncul soal pemberitaan adanya kecurigaan Novel kepada jenderal di Polri mengenai peristiwa penyerangan air keras terhadapnya.

"Oleh sebab itu, penting Presiden Joko Widodo memimpin langsung upaya perlawanannya dengan membentuk Tim Pencari Fakta Gabungan yang melibatkan tokoh-Tokoh yang kredibel dan dapat di percaya oleh publik," kata Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Viva.co.id, Jumat, 16 Juni 2017.?
 
Bila tidak, Dahnil memprediksi, maka teror-teror terhadap agenda pemberantasan korupsi akan terus dilancarkan untuk melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Dia juga menilai kasus penyerangan terhadap Kasatgas kasus e-KTP itu bukanlah kejahatan biasa yang hanya melibatkan satu dua orang saja.

"Jelas, kasus Novel Baswedan ini bukan ordinary crime (kejahatan biasa) tetapi extraordinary crime yang diduga melibatkan banyak pihak yang justru seharusnya menjadi penegak hukum. Jangan biarkan hukum dijadikan alat untuk melakukan teror terhadap upaya kebaikan di negeri ini, dan Pak Presiden Joko Widodo harus memimpin langsung upaya perlawanan tersebut," kata Dahnil.