Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 16 Juni 2017 | 12:54 WIB
  • Kemenag: 50 Persen Paspor Jemaah Haji Sudah Selesai

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Eko Priliawito
Kemenag: 50 Persen Paspor Jemaah Haji Sudah Selesai
Photo :
  • VIVA/Eko Priliawito
Sekjen Kementerian Agama, Nur Syam

VIVA.co.id – Kementerian Agama terus berupaya untuk menyelesaikan kesiapan dokumen bagi calon jemaah haji tahun 1438 Hijriah/2017 Masehi. Hingga 15 Juni 2017, sudah 89.217 ribu paspor selesai dan telah masuk untuk pengurusan visa.

Sekjen Kementerian Agama, Nur Syam, mengatakan, pengurusan dokumen haji dipastikan akan selesai seluruhnya sebelum kloter pertama berangkat pada 28 Juli 2017. Karena itu, seluruh kantor wilayah diminta untuk segera menyelesaikan pengurusan paspor calon jemaah.

"Saya sudah mendapat laporan, angkanya sudah mendekati 50 persen. Seluruh kepala kanwil sudah didorong untuk segera menyelesaikan. Kurang dari 40 hari lagi kloter pertama akan diberangkatkan," kata Nur Syam usai memberi materi kepada petugas haji 2017 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat, 16 Juni 2017.

Nur Syam berharap, pengalaman 2014 tidak boleh terjadi lagi. Selain itu, perlu diantisipasi karena kali ini ada libur panjang saat hari raya Lebaran.

"Ini yang perlu diantisipasi. Kami selalu tekankan kepada kanwil dan dalam pertemuan dengan kabid-kabid haji," katanya.

Dia menegaskan, sejauh ini tidak ada masalah berarti dalam pengurusan paspor dan visa bagi calon jemaah haji. Karena itu, dia meminta pihak yang terkait yang mengurusi ini untuk ekstra cermat.

Upaya ini agar tidak ada dokumen calon jemaah haji yang bermasalah dan dapat menghambat keberangkatan ke Tanah Suci.

"Tidak ada masalah, hanya variabel yang menjadi persyaratan yang harus diselesaikan, seperti nama dan juga ada nama-nama yang sama," ujarnya.

Seperti diketahui jumlah kuota haji 2017 mencapai 221.000 orang, dari sebelumnya hanya 168.800 orang atau naik sebanyak 50.200 orang. Dengan penambahan ini, setidaknya antrean haji Indonesia kini sudah bisa berkurang tiga tahun.

Pemberangkatan haji nantinya akan dibagi menjadi dua gelombang. Tahap pertama mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz Madinah dan pulang melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah. Sementara itu, gelombang kedua mendarat di Bandara King Abdulaziz Jeddah dan pulang melalui Madinah.

Masa operasional perjalanan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji masing-masing 30 hari dengan masa tinggal jemaah paling lama 41 hari.