Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 16 Juni 2017 | 13:27 WIB
  • Debu Pekat Hingga Minim Rest Area Jadi Masalah Jalur Tol Ini

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Bayu Nugraha
Debu Pekat Hingga Minim Rest Area Jadi Masalah Jalur Tol Ini
Photo :
  • VIVA.co.id/Bayu Nugraha
Masalah Tol Fungsional Pejagan-Batang

VIVA.co.id – Beberapa hari menjelang mudik lebaran, ruas jalan Tol Trans Jawa masih dalam proses pembangunan. Pembangunan jalan tol tak akan mencapai 100 persen saat mudik dan arus balik lebaran tahun ini.

Meskipun begitu, pemerintah tetap mengoperasionalkan beberapa ruas jalan tol meski belum 100 persen rampung. Hal ini untuk mengurai kepadatan kendaraan. Salah satu tol yang menjadi perhatian adalah tol fungsional Pemalang-Batang.

Pantauan VIVA.co.id yang ikut rombongan Korlantas Polri meninjau ruas tol Pemalang-Batang. Perjalanan dimulai dari Batang atau tepatnya di pintu tol Gringsing, Batang. Dari sana, tampak jalan tol yang masih dalam proses pembangunan dengan aspal hanya selebar dua lajur kendaraan dan sisanya masih tanah.

Lalu tampak di pinggir tol, perkebunan dan hutan yang terbelah dengan adanya jalan tol ini. Sepanjang perjalanan, pemandangan tanah dan kendaraan proyek menghiasi tol yang akan difungsikan sebagai tol fungsional mudik lebaran.

Sekitar satu jam perjalanan, mulai tampak rumah warga di pinggir jalan. Namun, aspal yang hanya selebar dua kendaraan mobil dan tanah masih terlihat.

Bahkan, keadaan tol ini terbilang cukup mengkhawatirkan karena debu yang cukup banyak sehingga dapat mengganggu pandangan mata para pengendara. Kondisi dikhawatirkan bisa menyebabkan kecelakaan karena lampu kendaraan tidak terlihat.

Beberapa kali, sungai pun terlihat melintas di bawah jalan tol ini. Untuk melewatinya, kendaraan harus bergantian karena hanya menggunakan jembatan besi.

Keadaan ini diperparah dengan kurangnya marka jalan dan rest area yang memadai. Jadi para pengendara wajib mengisi bahan bakar sebelum melewati jalan ini. Tempat peristirahatan pun terlihat seadanya dengan fasilitas yang minim.

Selain itu, banyaknya perlintasan para warga membuat kekhawatiran tingginya angka kecelakaan pada saat mudik nanti.

Antisipasi Setiap Bahaya

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, pihaknya juga turut menyoroti banyaknya debu sepanjang perjalanan peninjauan. Ia pun sudah membicarakan hal ini kepada pihak Jasa Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR) serta Waskita Tol.

"Tadi penjelasan teman dari Jasa Marga, kemenPU PR, Waskita Tol yang mengerjakan beberapa proyek tol fungsional ini itu akan dibersihkan pada saat mudik, tanggal 19 atau 20 Juni sudah clear. Yang debu nanti akan disemprot. Jadi jalan ini akan bersih," kata Royke di sela-sela peninjauan tol Pemalang-Batang dan Pejagan-Pemalang, Kamis 15 Juni 2017.

Ia pun menjamin nantinya akan ada tempat peristirahatan setiap 10 kilometer. Walaupun dengan kondisi seadanya karena status jalan yang masih fungsional.

"Ada setiap 10 kilometer ada. Cukuplah itu kalau untuk waktu sementara ini. Untuk bensin dari pihak Pertamina menyanggupi dan memberikan komitmen setiap rest area menyediakan bensin sementara atau portabel mulai dari 10 liter, 5 liter hingga 2 liter dalam kemasan begitu atau kalengan. Tapi kalau dijalan pantura itu banyak," katanya.

Mengenai banyaknya perlintasan para warga, ia pun sudah menyiapkan pengamanan. Nantinya setiap perlintasan akan dijaga oleh aparat kepolisian.

"Saya hitung dari Gringsing (Batang) ada 26 titik sampai sini. Itu akan dijaga petugas, Polda Jateng sudah siap pagar betis 24 jam, itu akan ditutup," tuturnya.

Nantinya, jika terjadi kepadatan di jalan tol fungsional, pihaknya akan mengeluarkan kendaraan ke Pantura. Jalan ini pun rencananya akan digunakan 24 jam penuh.

"Jalur ini nanti satu arah. Pada saat arus mudik dari Jakarta dan arus balik satu arah ke Jakarta," katanya.

Saksikan liputan mudik 2017 khas VIVA.co.id yang menjajal jalur berdebu Tol Fungsional Trans Jawa di video ini.