Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 16 Juni 2017 | 19:23 WIB
  • Catat, Ini Nomor Posko Terpadu Mudik ke Jawa Tengah

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Catat, Ini Nomor Posko Terpadu Mudik ke Jawa Tengah
Photo :
  • ANTARA/Dedhez Anggara
Ilustrasi/Kemacetan di gerbang tol saat mudik.

VIVA.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan telah siap 90 persen menghadapi pemudik di wilayahnya. Selain petugas, kesiapan juga telah lebih dini dilakukan khususnya infrastruktur tol Brebes-Gringsing.

Ruas tol tersebut dipastikan masih akan beroperasi fungsional atau sementara, untuk mengurai macet di jalan Pantura. Melalui rekayasa lalu lintas tol fungsional itu, diyakini pemerintah, horor mudik di exit tol Brebes Timur atau Brexit tak terjadi tahun ini. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, selain manajemen lalu lintas, Pemerintah juga menyiapkan komplain sistem dari kanal-kanal resmi melalui call center baik dari Kominfo maupun instansi resmi lain.   

"Jadi masyarakat bisa tahu kalau mau ke polisi kemana, kesehatan kemana, ada bencana kemana. Nanti publik bisa mengerti dan lapor dengan cepat," katanya di Semarang, Jumat 16 Juni 2017.

Untuk call center resmi posko terpadu mudik Jawa Tengah, pemudik bisa menghubungi nomor 0811 2790 121. Selain itu, disiapkan pula sistem informasi berbasis online yang bisa dijadikan acuan para pemudik di wilayah Jawa Tengah.

Aplikasi pertama yakni "Ayo Bis" yang merupakan E-Ticketing yang disiapkan Organisasi Angkutan Darat (Organda). Kedua, aplikasi "Mudik Gayeng" yang memberikan informasi lalu lintas jalur mudik di wilayah Jawa Tengah.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah sendiri beberapa waktu lalu telah meluncurkan aplikasi "Smile Police" yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kepolisian melalui call center 119. 

Ada sejumlah layanan dalam Smile Police meliputi Panic Button, E-Complaint, Trust, SIM Online, SRC Online, SKCK Online, Petualangan Baseta dan E-Learning. Smile Police bisa diunduh melalui Google Playstore.

Ganjar mengimbau agar pemudik tidak mengikuti sejumlah kanal informasi ngawur yang beredar di sosial media. Pemudik diharapkan dapat memanfaatkan kanal-kanal informasi resmi tersebut selama perjalanan mudik.

"Saya imbau jangan ikuti kanal ngawur. Seperti smile police milik Polda lewat 119. Call center-nya kita di perhubungan juga sudah. Atau aplikasi kominfo katanya ada (aplikasi "Ayo Mudik"), " bebernya.